"Masih banyak anak-anak kita yang pendidikannya masih rendah. Kerja sama antara Kementerian Desa dan UNICEF adalah untuk meningkatkan kualitas anak-anak untuk terlepas dari stunting dan membantu pendidikan mulai dari PAUD dan seterusnya," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (16/8/2018)
Hal itu disampaikan Eko saat menghadiri undangan UNICEF pada penghargaan mitra dan resepsi perpisahan ke kantor eksekutif Sekretariat Jenderal PBB di New York, di Tugu Kunstkring, Jakarta, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah berhasil menurunkan stunting dari 37% menjadi 27%. 27% masih sangat tinggi. Tapi kalau kita konsisten menurunkan angka stunting ini, mudah-mudahan dalam waktu dekat tidak ada lagi anak-anak kita yang mengalami stunting," ujarnya.
Eko juga memberikan apresiasi terhadap UNICEF yang telah memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan dan berhasil menyiapkan SDM berkualitas, agar Indonesia menjadi negara maju pada 2050 mendatang.
"Anak-anak kita adalah masa depan bangsa kita dan UNICEF memberikan perhatian yang sangat besar sekali terhadap masa depan anak-anak kita. Untuk menjadi negara maju SDM itu penting sekali. Untuk menuju SDM maju kita harus mulai dari anak-anak," ungkap Eko.
Di samping itu ia mengungkapkan, Indonesia memiliki program dana desa yang menyalurkan dana langsung ke desa. Dana tersebut dapat digunakan untuk membangun infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Menurutnya, dana desa hingga saat ini telah membangun sepanjang 123.858 kilomer jalan desa, ribuan unit sanitasi air bersih, toilet, PAUD, dan ribuan infrastruktur desa lainnya.
"Dengan dana desa kita juga mendorong agar desa mandiri secara ekonomi, sehingga masyarakat mampu memenuhi kebutuhannya, misalkan membangun toilet sendiri," pungkas Eko. (ega/ega)











































