Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam di Padang Meningkat
Jumat, 05 Agu 2005 17:52 WIB
Padang - Ketatnya pengawasan terhadap unggas dan telur ayam yang masuk ke Sumatera Barat (Sumbar) akibat wabah flu burung, menyebabkan harga telur ayam di kota Padang sepekan terakhir terus merangkak naik.Kenaikan dipicu berkurangnya pasokan dari luar Sumbar sementara permintaan dari pedagang dalam dan luar provinsi meningkat tajam.Gun Sugianto, salah seorang pedagang telur di Kota Padang, ketika ditemui detikcom di kawasan Air Tawar Padang, Jumat (5/8/2005) mengatakan, bila sebelumnya harga jual pada pengecer hanya berkisar antara Rp 400- Rp 450 per butir, kini meningkat menjadi Rp 500-Rp 600 per butir."Sampai sekarang ayam dan telur asal Sumbar masih dinyatakan bebas flu burung. Mungkin itu sebabnya permintaan dari luar provinsi melonjak," ujarnya.Dikatakan Gun, selain dirinya, sejumlah pedagang telur lainnya juga mengalami kebanjiran permintaan. Sebelumnya, Sumbar juga mendatangkan telur dari Jambi dan Sumatera Utara. "Karena kedua provinsi itu dinyatakan positif terjangkit flu burung, otomatistelur dan ayam dari dua provinsi itu dilarang masuk," terang Gun.Sementara itu, Azwir Wan, salah seorang peternak ayam di kawasan Ulu Gadut Padang mengatakan, permintaan telur juga datang dari Jakarta dan sejumlah provinsi lain di pulau Jawa."Sekarang kami harus sangat hati-hati untuk memasok bibit dan pakan ayam. Selama ini, kebutuhan itu dipasok dari Sumatera Utara," ujarnya.Lebih lanjut, Azwir mengatakan, peternak ayam di Sumbar sekarang diharuskan melakukan upaya Bio Security untuk mencegah berjangkitnya wabah flu burung. "Setiap tamu yang dating ke peternakan harus disemprot dengan anti hama," demikian Azwir.
(nrl/)











































