Mengapa Hakim Sengketa Pilkada Depok Diganti di Tengah Jalan?
Jumat, 05 Agu 2005 17:38 WIB
Jakarta - Berbagai tudingan negatif meluncur kepada Nana Juwana, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT)Jawa Barat setelah mengabulkan gugatan Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad. Mengapa hakim yang menangani sengketa Pilkada Depok diganti di tengah jalan? PKS, partai yang mengusung Nur Mahmudi Ismail dalam Pilkada Depok, sempat menuding putusan PT Jawa Barat yang menganulir kemenangan Nur Mamhmud kemungkinan kesalahan hakim. Untuk itu, PKS meminta Komisi Yudisial menyelidiki adanya pergantian anggota majelis hakim di tengah proses peradilan sedang berlangsung.Nana Juwana, yang juga Ketua PT Jawa Barat mengakui adanya pergantian anggota majelis hakim tersebut. "Sempat terjadi pergantian hakim anggota pada persidangan kedua saat pemeriksaan saksi. Anggota majelis hakim Hadi Lalena digantikan oleh hakim sementara, karena anaknya kecelakaan di Jakarta," kata Nana Juwana kepada wartawan di kantornya, Jalan Dipatiukur, Bandung, Jumat (5/8/2005).Hadi Lelana, lanjut dia, harus mengurus anaknya di Jakarta. "Tapi tidak lama, ia hanya diganti oleh hakim sementara satu kali persidangan. Setelah itu, ia melanjutkan lagi," jelas Nana. Nana juga membantah isu adanya intervensi dalam menangani kasus ini. "Tidak ada intervensi dari siapa pun. Selama persidangan berlangsung, handphone saya matikan. Bahkan saya sempat dimarah-marahi adik saya, karena tak bisa dihubungi," tuturnya panjang lebar. Sempat muncul berbagai isu seputar kasus ini. Salah satunya, ada yang menghubung-hubungkan kemenangan Badrul kamal ini karena kedekatannya dengan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan. Maklum saja, keduanya besanan. Puteri Danny Setiawan, Renny Dewi Pratami menikah dengan Erland Erlanga putera Badrul Kamal, tahun 2003 lalu.
(jon/)











































