Diisukan Didemo, Jemaat Ahmadiyah Semarang Dijaga Ketat

Diisukan Didemo, Jemaat Ahmadiyah Semarang Dijaga Ketat

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2005 17:23 WIB
Semarang - Kabar adanya demo dan penyegelan Kantor Jemaat Ahmadiyah Semarang tak terbukti. Meski demikian, puluhan aparat kepolisian dan anggota Jemaat Ahmadiyah tetap waspada untuk mengantipasi hal terburuk, Jumat (5/8/2005).Hingga pukul 14.00 WIB, massa yang berencana menyegel kantor yang berada di Jl. Erlangga Raya itu tak datang. Padahal polisi dari Polwiltabes dan Polres Semarang Selatan sudah di lokasi satu jam sebelumnya.Kedatangan polisi dengan menggunakan satu truk dan beberapa mobil Kijang itu tentu saja membuat warga sekitar lokasi terheran-heran. Apalagi beberapa jalan sempat ditutup. Banyak dari mereka yang keluar rumah untuk sekadar menanyakan apa yang terjadi.Mubalig Wilayah Semarang dan Pantura, Ahmad, dan Ketua Cabang Jemaat Ahmadiyah Semarang, Muclich, sempat digandeng petugas untuk menyiapkan seandainya demo dan penyegelan terjadi. Keduanya menyatakan akan mengunci rapat dua pintu masuk."Tapi kalau mereka ingin bertemu dengan kami ya kami akan keluar. Untuk urusan pengamanan, kami yakin polisi lebih tahu," kata Muslich di lokasi.Muslich menambahkan, pihaknya akan berusaha tenang. Dia sudah meminta anggotanya tidak bereaksi yang dapat menimbulkan dampak serius. Apalagi pihaknya juga belum tahu kelompok mana yang akan berunjuk rasa menyegel kantornya.Sementara itu, salah seorang petugas kepolisian menyatakan, pendemo berasal dari elemen kampus Undip dan USM. "Mereka sudah mengajukan izin ke kepolisian kemarin. Kalau jam segini belum datang ya mungkin mereka membatalkannya," katanya kepada detikcom.Untuk memastikan kemungkinan adanya demo dan penyegelan itu, polisi yang berseragam maupun tidak akan berjaga di luar kantor. Sedangkan anggota Jemaat Ahmadiyah berada di dalam.Jemaat Ahmadiyah mulai disebarkan di Semarang sekitar tahun 1960-an. Masjid yang berada satu kompleks dengan kantornya itu didirikan tiga tahun kemudian. Setiap malam Jum'at dan Sabtu, anggota berkumpul untuk pengajian. Saat ini, jumlah anggota mereka di Semarang mencapai 200 orang. (nrl/)


Berita Terkait