Keluarga Yenny Ingatkan Kaum Perempuan untuk Waspada

Keluarga Yenny Ingatkan Kaum Perempuan untuk Waspada

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2005 15:24 WIB
Keluarga Yenny Ingatkan Kaum Perempuan untuk Waspada
Jakarta - Kisah pembunuhan mahasiswi Binus, Yenny, meluas ke segenap penjuru lewat mailing list (milis). Saudara sepupu Yenny yang bernama Karina Dibrata menceritakan peristiwa itu, lengkap dengan menunjukkan alamat friendster korban.Di akhir ceritanya, Karina yang menyebutkan saudarinya itu juga diperkosa, mengingatkan agar kejadian serupa tidak menimpa perempuan lainnya. "Ini adalah pelajaran bukan hanya untuk keluarga gue saja..tapi untuk semuanya...agar berhati-hati terhadap siapa pun dan di mana pun, terutama untuk para wanita yang tinggal di kost/sendiri.""Kejadian saudara gue terjadi di tengah siang bolong (antara jam 11 - 2 siang). Jadi buat semuanya terutama yang punya anak/kakak/adik/saudara/kerabat siapa pun yang terutama tinggal di kos, untuk lebih berhati-hati," tutur Karina dalam e-mailnya di berbagai milis. Karina menceritakan, Yenny adalah mahasiswi angkatan tahun 2002 dari Univiversitas Binus-Jakarta. Yenny juga tercatat sebagai lulusan SMU Fons Vitae I Marsoedirini - Jatinegara tahun 2002."Dia adalah gadis manis dan baik hati..sepanjang sepengetahuan gue, dia tidak pernah punya musuh ataupun lawan di mana pun atau dengan siapa pun. Yenny juga sopan, pintar dan penyayang keluarga," cerita Karina.Diceritakannya, sebenarnya saat ini Binus sedang masa liburan semester. Tapi karena Yenny ingin meringankan beban orangtuanya dan bisa segera lulus, dia pun tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan skripsi. Yenny kos karena rumahnya terlalu jauh dari kampus. Dia hanya pulang beberapa hari sekali dengan dijemput oleh keluarganya.Pada Kamis siang (4/8/2005) sekitar 3 jam sebelum dia diketemukan tidak bernyawa, Yenny menelepon tantenya untuk dijemput. "Tapi tidak disangka..telepon jam 11 itu adalah pesan dan komunikasi terakhir Yenny dengan keluarganya," kata Karina.Telepon Yenny terakhir berbunyi "Tante, tolong jemput saya sekarang. Cepat ya, Tante!"Karena tantenya pertama kali yang menemukan Yenny terbujur kaku, dia pun sempat diinterogasi polisi selama 4-5 jam."Saat tantenya tiba di tempat kejadian, hanya ada satu tukang bersih-bersih kos (pria) yang saat ini ditangkap polisi karena hanya dia yang di tempat kejadian saat itu. Tetapi polisi masih belum bisa memastikan apakah dia itu tersangka pelakunya/bukan. Baru dugaan saja," urai Karina.Karina menyebarkan berita itu untuk minta semua pembaca kisahnya memberikan informasi jika mengetahui pelaku kejahatan keji itu. "Kami keluarga besar sudah mengikhlaskan, maybe Yenny harus pergi secepat ini dan dengan jalan yang sangat tragis seperti ini. Tapi kami tetap mau pelakunya pun cepat ditangkap!" cetus Karina.Foto:Gambar Yenny diambil dari friendster. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads