DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 16:36 WIB

Ruhut: Mahfud Md Dianggap Saingan Terberat di 2024 Bila Jadi Wapres

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Ruhut: Mahfud Md Dianggap Saingan Terberat di 2024 Bila Jadi Wapres Ruhut Sitompul (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Buka-bukaan Mahfud Md
Jakarta - Mahfud Md buka-bukaan soal cerita di balik kegagalan dirinya menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi). Ruhut Sitompul ikut angkat bicara.

Ruhut menduga ada alasan tertentu di balik tak dipilihnya Mahfud sebagai cawapres. Salah satunya, parpol koalisi menganggap Mahfud akan menjadi 'ancaman' pada Pilpres 2024.

"Rupanya semua menganggap 2024 dia (Mahfud) jadi saingan terberat kalau dia wapres kan itu aja," ujar Ruhut di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018)


Ruhut mengatakan, bukan hanya Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Ma'ruf Amin yang tak setuju, beberapa parpol koalisi juga tak setuju jika Mahfud jadi cawapres.

Ruhut mengaku tak asal bicara terkait hal itu. Sebab, Kamis (9/8) lalu, ia mengaku tengah bersama Mahfud dan mendengar langsung kabar gagalnya Mahfud jadi cawapres.

"Ya sebenarnya bukan itu aja, beberapa partai. Kan waktu sudah ketemu bersama partai itu kan akhirnya berubah. Nah saya dengan Pak Mahfud, 'Bang, aku keluar dulu Bang, ada yang telepon,' ah rupanya dia mendapat kabar itu (gagal jadi cawapres) ya kita mau bilang apa," ungkapnya.


Atas peristiwa-peristiwa tersebutlah, menurut Ruhut, wajar jika Mahfud kaget ataupun kecewa. Ia menilai buka-bukaan Mahfud sebagai hal yang wajar.

"Itu kita melihatnya dari kacamata positif, terlihat bahwa Pak Mahfud Md itu sama dengan kita, manusia normal, saya rasa kalau kita juga mengalami, seperti apa yang dialami Pak Mahfud akan begitu. Tapi saya lihat dari kacamata positifnya," ujar Ruhut.

Kendati begitu, Ruhut meyakini Mahfud akan tetap bersama Jokowi-Ma'ruf dalam kontestasi pilpres ini. Hal itu merupakan bagian dari sikap kenegarawanan Mahfud.

"Pak Mahfud itu dia juga akan bersama kami kok, dia nggak akan ke mana-mana, walaupun lima tahun lalu dia kan ketua timses Pak Prabowo. Tapi untuk ini karena kenegarawanan, kesantunan, kerendahan hati Pak Jokowi menceritakan permasalahannya, beliau menerima, beliau salut," kata Ruhut.

Sebelumnya, Mahfud Md akhirnya buka-bukaan soal detik-detik dirinya ditunjuk jadi cawapres pendamping Jokowi yang akhirnya batal. Cerita Mahfud Md begitu detail, menjadi sebuah kisah yang sangat dramatis.

Mahfud mengawali cerita dari pertama kali ia ditemui orang-orang Istana. Tak main-main, yang menemui Mahfud adalah orang terdekat Presiden Jokowi.

"Pada tanggal 1 Agustus pukul 23.00 malam, saya diundang oleh Menteri Sekretaris Negara Pak Pratikno, saya ditemui bersama Pak Teten Masduki lalu saya diberi tahu, 'Pak Mahfud, sekarang pilihan sudah mengerucut ke Bapak, Bapak harap bersiap-siap, nanti pada saatnya akan diumumkan,' oke," kata Mahfud mengungkap detik-detik dirinya diminta jadi cawapres Jokowi, dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (14/8) malam.
(mae/idh)
FOKUS BERITA: Buka-bukaan Mahfud Md
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed