DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 16:36 WIB

Bela Andi Arief, PD: Bila Tak Suka, Bujuk Prabowo Tendang Kami

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Bela Andi Arief, PD: Bila Tak Suka, Bujuk Prabowo Tendang Kami Rachland Nashidik. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Partai Demokrat (PD) membela Andi Arief yang diancam dipolisikan PAN dan PKS. PD buka-bukaan soal manuver Prabowo Subianto yang sempat menyebut nama AHY sebagai salah satu kandidat cawapres.

"Di balik realitas politik, yang di atas kertas tak lagi bisa diubah, sikap Andi Arief yang terang-terangan mewakili sebenar-benarnya suara hati setiap kader Demokrat. Dia tidak sendirian. Dia berkelahi demi kehormatan Partai dan setiap kadernya -- bukan untuk dia pribadi," cuit Wasekjen PD Rachland Nashidik dalam akun twitter @RachlanNashidik yang dikutip, Rabu (15/8/2018).


Rachland kemudian bicara soal dirinya yang selama ini jadi salah satu pengritik terkeras Prabowo. Pada Pemilu 2009, saat Prabowo berduet dengan Megawati, Rachland pernah berseteru dengan kubu eks Danjen Kopassus itu hingga diancam dilaporkan ke polisi.

"Kenapa kini mendukung? Bukan cuma keputusan partai. Saya mau ganti Presiden! Alat yang tersedia cuma Prabowo," ujarnya.

Dia lalu bicara soal sikap PD yang memilih tetap bertahan di koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga. Dia mengatakan partainya tak ingin ingkar janji untuk berjuang memenangkan Prabowo.

"Tapi silakan Gerindra-PKS-PAN, bila tak suka, bujuk lagi Pak Prabowo untuk tendang ke luar Demokrat. Kami dikhianati. Tapi kami tak akan berkhianat. Kenapa? Bukan karena kami malaikat. Tapi karena itu satu-satunya cara untuk membuktikan kami berbeda dari mereka," ulas Rachland.


Rachland kemudian membahas manuver Prabowo saat memilih cawapres. Prabowo, kata Rachland, yang lebih dulu mempertimbangkan AHY sebagai kandidat cawapres, bukan PD yang menawar-nawarkan.

"Prabowo yang datang pada kami, bukan sebaliknya. Prabowo yang menyebut nama AHY, bukan kami. Prabowo yang memberi alasan kenapa AHY, bukan kami. Ketika dia pilih Sandi, kami bertanya: Elektabilitas Sandi berapa? Kenapa Gerindra dengan Gerindra? Saudara mau menang, tidak?" tutur Rachland.


Rachland mengatakan elektabilitas AHY jauh di atas Sandi. Di atas kertas, dia menambahkan, AHY bisa menyumbang elektabilitas Prabowo.

"Begitupun, karena konon Prabowo tak bisa melawan PKS dan PAN, kami tak memaksa. Kami bilang: kalau mau menang, cari Cawapres lain dengan elektabilitas cukup dan diterima semua pihak," ujarnya.

Rachland buka-bukaan agar publik tahu realitas politik koalisi Prabowo yang sebenarnya. Dia menegaskan kini PD fokus berupaya memenangkan Prabowo-Sandi.

"Sebuah tugas sangat berat, karena syarat-syaratnya tak dipenuhi. Tapi saya akan bicara lagi bila PKS dan PAN kembali menyerang Andi Arief," pungkasnya.



Tonton juga video: 'Dianggap Terlambat Tentukan Koalisi, Ini Kata Partai Demokrat'

[Gambas:Video 20detik]


(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed