DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 10:17 WIB

Babak Baru Kasus Nikita Mirzani Vs Sam Aliano

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Babak Baru Kasus Nikita Mirzani Vs Sam Aliano Nikita Mirzani memberi keterangan pers soal kasus cuitan pelecehan terhadap Panglima TNI. (Yuni Ayu/detikcom)
Jakarta - Sam Aliano telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus cuitan palsu artis Nikita Mirzani. Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.

"Hasil gelar sudah (ditingkatkan jadi tersangka). Kita sedang buat penetapannya," ujar Roberto saat dihubungi detikcom, Senin (13/8/2018).



Setelah penetapan itu, polisi akan memanggil Sam Aliano untuk diperiksa sebagai tersangka. Sam pun menyatakan kesiapan karena merasa tak bersalah dalam kasus itu.

"Saya siaplah untuk hal ini karena saya tidak ada merasa bersalah," kata Sam saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (13/8).

Nikita lewat pengacaranya, Muannas Alaidid, menyatakan masih membuka pintu maaf terhadap Sam. Sebab, tak ada niat Nikita memenjarakan orang dalam kasus tersebut.




"Yang pasti memang nggak ada niatan secara hukum untuk memenjarakan orang, proses perdamaian tentu kita akan membuka, kalau ada komunikasi, ada langkah-langkah. Perdamaian adalah cara yang paling kita apresiasi," jelas Muannas kepada wartawan di sebuah restoran di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/8).

Muannas mengatakan kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Sam Aliano yang dilaporkan Nikita merupakan delik aduan. Sangat memungkinkan bagi Nikita untuk mencabut laporannya itu jika ada perdamaian dari keduanya.

"Oh bisa, bisa (dicabut), ini kan delik aduan, artinya si pengadu (sebagai) korban. Kalau korban merasa selesai, ya nggak masalah. Tapi proses perdamaian ini bukan sekadar citra diri aja," ungkapnya.



Bukannya menyambut baik peluang damai, Sam malah berencana melaporkan balik pihak Nikita Mirzani. Sam merasa dirugikan soal informasi status tersangka yang disampaikan pihak Nikita.

"Iya, mereka kirim rilis itu ke mana-mana ya, terus dibilang tersangka segala macam. Saya nanti akan lapor lagi, lapor balik, tercederai saya ini," ungkap Sam kepada detikcom, Selasa (14/8).

Menurut Sam, pihak Nikita sengaja menyebarkan informasi bahwa polisi telah menetapkan dirinya sebagai tersangka. Sam menilai pengacara Nikita, Muannas Alaidid, membuat pernyataan yang mendahului polisi.

"Itu saya akan lapor polisi langsung, Aidid itu menabrak hukum. Dia seolah-olah dia jubir polisi. Bahwa pengacaranya Nikita jadi juru bicara polisi, memaksakan saya jadi tersangka, dia mendahulukan sesuatu yang tidak benar, memberitakan sesuatu yang tidak benar, menabrak hukum, dia akan kena salah, dia bukan polisi," tutur Sam.



Kasus ini mencuat pada medio September 2017. Bertepatan dengan momen peringatan G30S/PKI, muncul posting-an Twittter Nikita Mirzani yang diduga editan.

Cuplikan Twitter 'akun Nikita Mirzani' itu mendiskreditkan Panglima TNI yang kala itu dijabat Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Nikita telah menegaskan bahwa ia tidak pernah membuat cuitan itu dan yang tersebar di media sosial adalah sebuah editan.

Tweet editan itu lalu digunakan oleh Sam Aliano sebagai bahan pengaduan atau permohonan cekal tayang atas Nikita Mirzani melalui Komisi Penyiaran Indonesia. Atas hal itu, Nikita merasa nama baiknya dicemarkan. Tidak hanya itu, kasus ini berdampak pula terhadap pekerjaan Nikita sebagai aktris.


Simak Juga 'Sam Aliano Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed