Mahasiswi Binus Dibunuh
Si Bungsu Yeni Dikremasi Minggu
Jumat, 05 Agu 2005 14:18 WIB
Jakarta - Jenazah Yeni, mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) yang menjadi korban pembunuhan, Jumat (5/8/2005) siang ini masih berada di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat. Menurut rencana, Yeni dikremasi pada Minggu (7/8/2005).Sementara, suasana kediaman orangtua Yeni di Jl Pisangan Lama I No 18 RT 6/RW 1, Jatinegara, Jakarta Timur, tampak sepi. Bisa jadi semua anggota keluarga saat ini berada di RSPAD semua.Rumah Yeni berada di kawasan menengah atas. Meski bukan di pinggir jalan besar, namun jalan di depannya bisa dilewati dua mobil. Rumah itu berhalaman luas dan berpagar besi 1,5 meter. Di dekat pintu terpasang hio. Pagar rumah itu tergembok rapat. Hanya suara anjing menggonggong dari dalam rumah yang terdengar ramai.Menurut informasi yang dikumpulkan detikcom, Yeni adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dua kakaknya semua laki-laki. Ayahnya bernama Hermawan, ibunya Meilani. Yeni dikenal sebagai anak yang pintar. Sejak SD hingga SMU selalu mendapat ranking.Namun Yeni kurang dikenal oleh masyarakat sekitar. Bisa jadi karena dia pendiam dan jarang keluar rumah. Paling kalau keluar rumah hanya untuk beli makanan yang lewat di depan rumahnya. Kalau pergi, Yeni sering menumpang bajaj.Menurut penuturan Ketua RT setempat, Matatin, Yeni jarang kedatangan tamu laki-laki. Kalau pun ada teman yang datang, kebanyakan adalah rekan-rekan wanitanya.Matatin juga menceritakan, beberapa saat sebelum dihabisi, Yeni yang kos di Palmerah, Jakarta Barat, menelepon keluarganya di rumah minta dijemput.Menyanggupi permintaan Yeni, sang tante yang bernama Susi bergegas langsung ke kosan keponakannya. Sampai di kos, suasana tampak sepi. "Tantenya mengira mungkin sedang liburan semester jadi kos sepi. Tapi ketika sampai di kamar Yeni, tantenya kaget karena Yeni sudah meninggal," cerita Matatin yang ditemui tepat di depan rumah Yeni.
(nrl/)











































