DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 19:54 WIB

Balas PSI, PAN Sindir Dukungan ke Tokoh yang Diteriaki Intoleran

Ahmad Toriq - detikNews
Balas PSI, PAN Sindir Dukungan ke Tokoh yang Diteriaki Intoleran Rakernas PAN (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - PSI menyebut PAN sebagai partai yang paling tak konsisten. PAN merespons, mengungkit dukungan PSI kepada tokoh yang sempat diteriaki intoleran.

"PSI kan partai baru ya. Seharusnya fokus mengambil hati rakyat, jangan malah ikut serang-menyerang yang tidak produktif. Sumbang saja idenya, tidak terlalu memikirkan partai lainnya," kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Selasa (14/8/2018).


Faldo mengaku tidak ambil pusing atas pernyataan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Menurutnya, PAN selama ini sudah konsisten mempertahankan nilai-nilainya. Faldo menyindir balik PSI.

"Ya, kita biarkan saja. Kami tidak membangun loyalitas kepada orang per orang. Tidak pernah berlebihan dukung tokoh A atau tokoh B, benci tokoh A atau B. Kami terus menjaga nilai. Kalau ada yang melenceng, harus diingatkan. Koalisi bukan 'yes man', ya. Kami menjaga demokrasi pikiran, bukan fans club. Kalau kami dibilang tidak konsisten, terus yang ngedukung orang yang habis diteriaki intoleran namanya apa? Salah sasaran ini namanya," ujarnya. Namun Faldo tak memerinci siapa tokoh yang dimaksudnya.


Kader muda PAN ini juga menegaskan mundurnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur merupakan upaya menjaga etika.

"Kader PAN itu memegang etika publik dan politik. Apalagi yang dikasih untuk membantu presiden, pasti yang terbaik, agar Presiden Jokowi makin dicintai rakyat. Kalau prestasi dan profesionalisme Pak Asman jangan diragukan. Beliau sangat membantu Presiden untuk menerjemahkan UU ASN yang sempat bikin pusing. Saya habis ketemu Bang Ali Mukhtar Ngabalin, juga ngomong begitu," kata Faldo.

Faldo juga menjelaskan, dalam sistem presidensial, tidak ada istilah oposisi. Menurutnya, semua partai dapat berkolaborasi untuk bekerja bersama dan menjalankan peran yang diamanahkan UU.

"Sebagai ahli ilmu politik, Bung Raja harusnya paham. Dalam sistem presidensial, tidak ada istilah oposisi. Partai koalisi itu harus menjalankan fungsi kontrol. Jadi konsistensi partai bukan diukur seberapa loyal kepada penguasa, tetapi seberapa besar gagasan dan kontrol yang dilakukan kepada pemerintah yang sedang bekerja," tutup Faldo.
(tor/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed