Dijaga Polisi, Kantor KPUD Depok Normal
Jumat, 05 Agu 2005 12:21 WIB
Jakarta - PKS sedang bergejolak menyikapi Pilkada Depok lantaran kemenangan jagoannya dianulir. Kantor KPUD Depok pun dijaga polisi, meski hingga kini situasinya masih normal.Sekitar 10 personel keamanan dari Polsek Pancoran Mas tampak berjaga-jaga di depan pintu gerbang dan pintu depan kantor yang beralamat di Jalan Raya Sawangan No. 21 Depok, Jumat (5/8/2005).Mereka tidak diperlengkapi dengan senjata, pentungan, maupun tameng. "Ini hanya penjagaan rutin kok. Kita tidak mendengar akan ada aksi massa ke tempat ini," kata salah seorang personel yang keberatan disebutkan identitasnya.Sementara para staf pelaksana KPUD Depok tetap beraktivitas seperti biasa. Namun Ketua KPUD Depok Zulfadli tidak datang."Mungkin masih kelelahan karena tiba di Jakarta sudah larut malam," kata salah seorang staf bernama Parman. Dua nomor ponsel Zulfadli yang dihubungi detikcom tidak aktif.Dituturkan dia, Zulfadli bersama sekitar 10 anggota KPUD Depok pada Kamis kemarin, 4 Agustus, menghadiri sidang putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat."Tadi malam mereka sudah datang dari Bandung pukul sebelas malam. Tapi cuma 4-5 orang yang ke kantor dulu, yang lain mungkin sudah langsung pulang. Saya juga tidak melihat Pak Zul tadi malam," kata Parman.PT Jawa Barat memutuskan untuk menganulir pasangan walikota-wakil walikota terpilih Depok Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra yang diusung PKS. Gugatan pasangan Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad dimenangkan.Kekecewaan pun melanda PKS. Ribuan simpatisannya mengepung Kantor PT Jawa Barat sejak Jumat pagi. PKS pun berencana menemui Depdagri dan MA. Selain itu, PKS meminta Komisi Yudisial untuk memeriksa hakim.
(sss/)











































