BKSAP DPR 'Pelesir' ke Cina

BKSAP DPR 'Pelesir' ke Cina

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2005 11:41 WIB
Jakarta - Hujan kritik pedas tak menghalangi agenda 'pelesiran' anggota dewan ke luar negeri. Kali ini Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) yang akan 'melancong' ke Cina.Mereka beralasan punya misi yang positif bagi bangsa, yakni akan 'merayu' Cina untuk menanamkan investasi.Anggota BKSAP DPR RI Ade Daud Nasution menjelaskan, kunjungan ke negeri tirai bambu itu merupakan kunjungan bilateral dua negara."Ini untuk membalas kunjungan Parlemen RRC ke Indonesia beberapa waktu lalu. Jadi jangan dianggap jalan-jalan," ujar Ade mewanti-wanti kepada detikcom melalui telepon di Jakarta, Jumat (5/8/2005).Kunjungan bilateral ini akan diikuti sekitar 10-12 anggota dewan. Mereka akan berada di Cina selama 4-5 hari dan dijadwalkan berangkat pada 11 Agustus 2005. Sayangnya, politisi dari Fraksi Partai Bintang Reformasi ini enggan menyebutkan nama-nama rekannya yang bakal berangkat. "Kunjungan ini positif karena sudah ada programnya. Kita akan jelaskan kondisi Indonesia dan meminta RRC untuk investasi," urainya.Menurut Ade, anggaran kunjungan ini diambil dari kantong DPR. Namun dia menolak menyebut angkanya. "Kita hanya membiayai tiket pulang pergi. Akomodasi hotel dan lainnya ditanggung Cina," katanya.Tidak IkutAde mengaku tidak ikut dalam rombongan BKSAP yang akan berangkat ke Cina. Pasalnya, di waktu yang sama, dirinya diundang ke Taiwan."Saya dan tiga orang lainnya diundang presiden Taiwan untuk menghadiri perayaan kemerdekaan tanggal 11 Agustus. Saya mau datang dan semua biaya ditanggung pemerintah Taiwan," tutur Ade.Ketiga rekannya adalah Ryas Rasyid, Muladi, dan Amris Hasan. "Kita juga akan ajak Taiwan untuk investasi," imbuhnya.Rencana BKSAP 'melancong' ke Cina juga ditanggapi dingin salah satu anggotanya, Mahfud MD. Dia tidak tergiur sehingga kunjungan bilateral itu pun ditolaknya."Saya nggak anggap kunjungan ke Cina itu jelek. Dalam situasi begini, saya nggak berangkat karena image keberangkatan ke sana akan lebih buruk daripada polemiknya," ujarnya.Politisi asal FKB ini menyatakan, kunjungan dimaksudkan untuk mengajak Cina menanamkan investasi. "Jadi bukan jalan-jalan, ada program yang jelas," tandas Mahfud. (aan/)


Berita Terkait