Mengintip Rumah Jenderal Polri (1)
Pagar 2 Meter, Lahan 1.000 Meter
Jumat, 05 Agu 2005 11:29 WIB
Jakarta - 'Tim Sapu Bersih SBY' makin galak. Setelah gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor), kini giliran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) unjuk gigi. Ada 15 rekening anggota Polri yang mencurigakan. Temuan PPATK ini bisa jadi membuat ketar-ketir para perwira Polri, termasuk perwira tinggi (Pati) Polri. Siapa 15 anggota Polri yang memiliki rekening tidak wajar, belumlah jelas. Konfirmasi dari Mabes Polri, 15 anggota Polri itu tidak semua perwira tinggi, ada juga perwira menengah dan bintara. Hanya ada dua hingga tiga Pati yang diduga memiliki rekening tak wajar. Mabes Polri pun belum berani melansir siapa saja mereka. Tapi, benarkah klaim Mabes Polri itu? Seorang perwira tinggi di Mabes Polri memberikan bocoran lain. 15 Anggota Polri yang diduga memiliki rekening tak wajar itu terdiri dari satu orang jenderal, satu orang komisaris jenderal (Komjen), lima inspektur jenderal (Irjen), tiga brigadir jenderal (Brigjen), dan sisanya, empat orang berpangkat komisaris besar (Kombes). Inisial 15 Pati dan perwira menengah ini juga dibocorkan. Tapi, benarkah pemilik 15 rekening mencurigakan adalah 15 perwira yang disebut sumber tersebut? Lebih baiknya memang tunggu penyelidikan Mabes Polri. Kapolri Jenderal Pol Sutanto berjanji akan menyelidiki secara tuntas kasus ini. Bukan perkara yang mudah untuk menelisik siapa jenderal yang memiliki rekening mencurigakan itu. Bagi orang awam, harta para jenderal yang paling mudah ditelusuri adalah kekayaannya yang tidak bergerak, seperti kediaman mereka. Apalagi, sudah bukan rahasia lagi, selama ini para jenderal Polri umumnya memiliki rumah yang wah. Walaupun begitu, meski mereka memiliki rumah yang bagus, belum tentu para jenderal itu mendapatkan kekayaannya lewat cara yang tidak halal. Kapolri Jenderal Pol Sutanto misalnya, memiliki rumah yang cukup wah di bilangan Pondok Indah, sebuah kawasan elit di Jakarta Selatan. Beberapa waktu lalu, sejumlah anggota DPR pernah menyambangi rumahnya itu. Namun, keberadaan rumah Sutanto dianggap wajar, tidak ada yang mencurigakan. Selain Sutanto, mantan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar juga memiliki rumah yang cukup luas di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tepatnya di RT 09/04, Jl. Gunung Balong I, Lebak Bulus III, Lebak Bulus. Rumah yang dimiliki pria kelahiran Losarang, Indramayu, Jawa Barat ini berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi. Rumah ini berbentuk huruf L. Artinya, ada dua bangunan utama yang sudutnya membentuk hufuf L. Bagian depan rumah pertama menghadap ke arah barat, sedangkan bagian depan rumah kedua (baru tiga tahun) menghadap ke arah Utara. Kedua bangunan rumah ini berlantai dua. Kabarnya, di belakang kedua rumah ini terdapat kolam renang keluarga yang baru saja dibangun.Rumah berwarna coklat krem ini, menurut keterangan warga bernama Emar, sudah ditempati Da'i Bachtiar sejak lama. Sebelum menjabat Kapolri, Da'i sudah memiliki tanah di wilayah ini. Tetapi, luas tanah yang sekarang sudah merupakan hasil perluasan sejak tiga tahun lalu.Dengan dikelilingi tembok setinggi hampir dua meter, rumah yang memiliki halaman depan sangat luas ini memiliki taman dengan berbagai permainan anak-anak, sejenis permainan di taman kanak-kanak. Di halaman itu terdapat hampir 10 sepeda untuk anak-anak, permainan ayunan, hingga jungkat-jungkit. Tampaknya, mantan Kapolri ini sangat sayang terhadapcucu-cucunya.Halaman depan ini juga dihiasi oleh satu buah kolam ikan Koi. Kolam ikan ini letaknya tepat di ujung depan bagian rumah. Tidak luput juga, satu kandang berisi anjing dan dua kandang berisi ayam menghiasi rumah. Di teras depan bangunan rumah pertama terdapat patung harimau. Patung jenis ini juga biasa terlihat di depan markas polisi di berbagai tempat.Bila hendak bertamu, Anda akan diterima di pos penjagaan yang ber-AC. Di dalam pos tersebut, Anda dapat melihat deretan kunci mobil milik keluarga Da'i yang menggantung di tempatnya masing-masing. Tidak tanggung-tanggung, ada tujuh unit kendaraan milik keluarga Da'i Bachtiar. Nama-nama jenis kendaraan yang ada antara lain, dua unit BMW, Land Cruiser, Pajero, Toyota Mayesta dan Isuzu Panther."Itu mobil anak-anaknya Bapak (Da'i). Mobil Bapak hanya Land Cruiser, sedangkan Ibu biasa memakai Pajero," kata salah seorang ajudan yang menjaga di kediaman Da'i Bachtiar.
(asy/)











































