DetikNews
Senin 13 Agustus 2018, 19:05 WIB

Menhub: Ganjil-Genap Lanjut Tergantung Pemprov dan Respons Warga

Muhammad Idris - detikNews
Menhub: Ganjil-Genap Lanjut Tergantung Pemprov dan Respons Warga Pemberlakuan tilang ganjil-genap di wilayah perluasan. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Selayar - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai pemberlakuan ganjil-genap di wilayah yang diperluas bisa dilanjutkan setelah Asian Games. Kelanjutan ganjil-genap di wilayah yang diperluas tergantung Pemprov dan respons warga.

"Pertama, tentunya lihat kemauan Pemda dan kedua respons masyarakat yang juga kita juga harus lihat. Karena di beberapa tempat, ada masukan kalau ternyata masyarakat ada yang senang, karena mereka merasa jalannya jadi tidak macet lagi," jelas Budi dalam kunjungan di Kabupaten Selayar, Senin (13/8/2018).

Menurut Budi, dari hasil kajian, penerapan ganjil-genap bahkan bisa meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum hingga 20 persen. Selain itu, udara Jakarta relatif lebih sehat dibandingkan sebelum diberlakukan aturan pembatasan kendaraan tersebut.



"Selain waktu tempuh lebih cepat, jumlah penumpang angkutan umum naik antara 12 sampai 20 persen. Ini satu pembelajaran untuk kita semua, kalau mau melakukan upaya-upaya maksimalkan angkutan umum yang jadi cita-cita kita," ujar Budi.

Budi mengaku sudah menjajal sendiri lebih longgarnya jalan Jakarta saat pemberlakuan ganjil-genap. Kemacetan juga bisa semakin ditekan lagi imbas aturan pembatasan kendaraan berat saat Asian Games nanti.

"Kemarin saya coba dari Kemayoran ke Taman Mini 28 menit. (Jalur) lainnya saya belum coba, tapi itu kan (Kemayoran-TMII) jadi rute atlet paling jauh. Kemudian kita batasi kendaraan berat juga," pungkas Budi.
(idr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed