Kendaraan ini mirip kendaraan taktis Polri lainnya. Besarnya seperti kendaraan water cannon dan tiga perempat bagian mobil ini dipenuhi pipa dan slang.
"Yang saat ini dibutuhkan masyarakat adalah air. Jadi ini dapat dikatakan satu-satunya sumber air bersih untuk konsumsi minum," kata personel Pasukan Pelopor Korps Brimob, Bripka Dwi Heri, kepada detikcom di Lapangan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (13/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menjelaskan kendaraan mobile water treatment ini didatangkan langsung dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Cara kerjanya adalah menyedot air dari sumber terdekat.
detikcom menelusuri hulu slang air yang digunakan untuk menyedot air. Sebuah slang menancap di parit samping Lapangan Tanjung.
"Dari aspirasi masyarakat, sekitar satu minggu lalu mengeluhkan masalah air. Kebetulan di Korps Brimob ada. Kalau di sini, sumber air ada dua, pertama disedot dari parit, lalu dari mobil tangki yang membawa air sungai juga," jelas Dwi.
Kendaraan mobile water treatment Brimob disiapkan di lokasi pengungsi korban gempa Lombok. (Audrey/detikcom) |
Dwi menjelaskan air sungai yang berasal dari mobil tangki ditampung dalam wadah yang dia sebut open flexy tank. Pantauan detikcom, air di dalam wadah tersebut keruh dan berwarna cokelat.
"Intinya, mobil ini, dengan 15 kali penyaringan, dia menghasilkan air minum. Untuk air bersih dia 9 kali penyaringan. Selain untuk minum, air digunakan untuk mandi, untuk (cuci) baju dan peralatan makan di sini," terang Dwi.
Dwi menuturkan kendaraan mobile water treatment ini dioperasikan 1 x 24 jam. Dalam satu menit, kendaraan ini menghasilkan 30 liter air bersih jika bahan dasarnya air tawar.
"Jika ditanya sehat atau tidak, kita cek particel per million dari air hasil penyaringan ini di bawah 25. Artinya, air ini layak di minum karena menurut WHO standarnya di bawah 30," tutur Dwi.
Meski tahu sumber air adalah air kotor, pengungsi tetap antre untuk mengambil air yang dihasilkan dari kendaraan mobile water treatment.
"Saat nggak ada ini, banyak yang radang tenggorokan karena susah minum air bersih. Ada juga yang gatal-gatal karena tidak bisa mandi. Di sini musim kemarau susah air, apalagi setelah gempa," kata Noor (23), salah satu pengungsi di Lapangan Tanjung. (aud/idh)












































Kendaraan mobile water treatment Brimob disiapkan di lokasi pengungsi korban gempa Lombok. (Audrey/detikcom)