"Akan undang (tim ekonomi), ajak Rizal Ramli, beliau sepaham dengan kita, dan tokoh lain yang juga sepaham dengan kita, cukup kritis, persoalan bukan semata menjilat pemerintah dengan angka baik, sebenarnya masyarakat sudah hidupnya, harga telur aja nggak bisa dikontrol, apalagi yang lain," kata Fadli di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
Fadli menjelaskan untuk tim pemenangan sendiri belum ada nama yang diputuskan. Tetapi, kata dia, partai koalisi akan menyamakan frekuensi sekaligus membuat strategi menangkal isu negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ditentukan, kita akan samakan frekuensi, meeting of mind, meeting of perception, terutama terkait data-data, isu apa yang akan kita kedepankan, isu terkait kampanye positif, bagaimana kalau ada kampanye negatif tangkalnya gimana, orientasi kita kampanye positif, program, masalah kita terutama ekonomi, tentu hukum juga ada, politik sosial pasti, tapi yang terutama ekonomi, bagaimana selesaikan masalah ekonomi yang makin buruk sekarang di era Jokowi," jelas Fadli.
Untuk timses, Fadli menuturkan akan paling banyak di posisi juru kampanye (jurkam). Menurutnya, peran jurkam akan sangat penting menyedot suara di daerah.
Baca juga: Rizal Ramli: Ekonomi RI Setengah Lampu Merah |
"Terbanyak di jurkam, mereka bersifat nasional, di banyak tempat, bagian lain penggalangan, pembagian kampanye logistik, dan lain-lain akan menyesuaikan kebutuhan, sekarang yang paling penting data, survei, IT, sangat penting," jelasnya.
Tonton juga video: 'Ini Tahapan Pilpres 2019, Jangan Lupa Pencoblosan 17 April!'
(idn/dnu)











































