DetikNews
Senin 13 Agustus 2018, 13:47 WIB

HUT RI, Susi hingga Kaka 'Slank' Ikut Aksi Bersih Laut di 73 Titik

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
HUT RI, Susi hingga Kaka Slank Ikut Aksi Bersih Laut di 73 Titik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hingga Kaka Slank dalam konferensi pers aksi bersih laut. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama organisasi Pandu Laut Nusantara mengajak masyarakat membersihkan laut. Susi akan ikut dalam aksi bersih laut di 73 titik di seluruh Indonesia untuk memperingati HUT RI ke-73.

"Sebagai bukti cinta dan loyalitas kita di acara kemerdekaan ini, Pandu Laut mau laksanakan aksi nasional yang akan kita lakukan dan sudah diidentifikasi ada 73 titik, namun bukan berarti kawan-kawan sekalian tidak bisa melakukan di titik-titik lain," kata Susi di kantor KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).


Susi mengatakan acara itu akan digelar pada Minggu (19/8) dari pukul 14.00 WIB. Aksi ini adalah memungut sampah, terutama sampah plastik.

"Tadi sudah dengar bahaya plastik. Bagaimana kita mau mewujudkan komitmen Indonesia untuk mengurangi 70 persen sampah plastik di laut baik 2025 kalau kita tidak mulai dari sekarang membersihkan pantai dan wilayah pesisir kita? Maka dengan ini saya mengimbau kepada semua bangsa rakyat Indonesia yang menginginkan Indonesia menuju poros maritim dunia untuk bersama sama Pandu Laut menghadap ke laut pada 19 Agustus," imbuhnya.

Susi sendiri akan ikut aksi tersebut di Belitung pada pukul 15.00 WIB. Susi juga akan menenggelamkan kapal di Belitung setelah aksi memungut sampah.

"Saya tanggal 19 pukul 15.00 WIB sore ada di Belitung sekalian mengakomodasi penenggelaman kapal sebanyak 37 dan saya lakukan beberapa di Belitung dan sesudah acara penenggelaman kapal saya akan berdiri di Belitung nanti infonya saya akan taruh di Twitter," ujarnya.


Susi berharap masyarakat Indonesia hadir untuk ikut memungut sampah di pantai. KKP berharap ada 73 ton sampah, bahkan lebih, yang akan diangkut saat acara pemungutan sampah di laut itu. Nantinya, sampah itu akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk diolah.

Sementara itu, Direktur Diet Kantong Plastik Tiza Mafira menjelaskan bahaya sampah plastik yang tersebar di perairan Indonesia. Dia menegaskan sampah plastik tidak bisa terurai.

"Karena sifatnya sekali pakai, tidak dapat terurai, tidak bernilai tinggi ketika didaur ulang, maka plastik sekali pakai ini dibuang saja dan berakhir ke sungai, ke laut. Sampah plastik hanya 2 persen di seluruh dunia yang bisa didaur ulang secara efektif. Jangan fikir plastik sekali pakai bisa didaur ulang," kata Tiza dalam kesempatan yang sama.

Tiza mengatakan bahaya sampah plastik di laut adalah mencemarkan ikan-ikan di laut. Plastik mengandung mikroplastik yang berbahaya untuk kesehatan ikan-ikan di laut. Jika sampah plastik tidak dikurangi, itu bisa berdampak berkurangnya ikan-ikan di laut karena mati terkena mikroplastik.

"Kita lihat sendiri apa dampaknya di Indonesia. Ikan mola-mola ini ikan kesayangan masyarakat Indonesia. Ketika dibelek (belah) perutnya itu isinya sampah plastik," kata Tiza.

Tiza menyampaikan Indonesia termasuk negara nomor 2 yang membuang sampah plastik ke laut. Untuk itu, dia berharap masyarakat seluruh Indonesia mengikuti acara memungut sampah ini.

Dalam konferensi pers itu, vokalis band Slank, yakni Kaka, juga hadir. Kaka, yang tergabung menjadi relawan di Pandu Laut Nusantara, siap mengajak para Slankers memungut sampah di laut.

"Aku nanti tanggal 19 insyallah ada di Makassar. Aku pengen ajak Slankers Makassar, mudah-mudahan Slankers Makassar solid dan bisa berdiri di Pantai Makassar. Nanti kita coba anak-anak di sana sebanyak mungkin untuk memberi laporan ke 73 titik itu," kata Kaka.


Tonton juga video: 'Pesan Menteri Susi di CFD, Jaga Laut dan Harus Makan Ikan'

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed