Ultah Gus Dur Jadi Ajang Kecaman Fatwa MUI
Jumat, 05 Agu 2005 00:57 WIB
Jakarta - Gus Dur memang selalu menjadi tokoh kontroversial. Perayaan ulang tahunnya ke-65 pun dijadikan ajang orasi menolak fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak hanya alunan lagu selamat ulang tahun yang mengiringi ketika Gus Dur berjalan ke panggung, teriakan-teriakan "Tolak Fatwa MUI" dan "Hidup Pluralisme" juga membahana. Gus Dur, Kamis (4/8/2005) malam, memang merayakan ulang tahunnya yang ke 65. Perayaan kali ini diberi tema "merayakan pluralisme".Beberapa tokoh agama dan aktivis bergantian menyatakankesan terhadap Gus Dur. Pesan ketidaksetujuan terhadap larangan Ahmadiyah dan paham pluralisme turut disampaikan. Gus Dur sendiri mengatakan segel terhadap Masjid Ahmadiyahdi Bogor harus dicabut besok. Dawam Raharjo dari Aliansi Kebebasan Beragama yang hadir dan turut menyampaikan orasi mengatakan Islam justru mengajarkan pluralisme. "Fatwa yang mengatakan pluralisme itu bukan hukum Islam itu paham yang sesat. Paham yang lahir dari ketidaktahuan," ujarnya. Ia juga mengatakan fatwa tersebut justru menimbulkan keresahandan teror di masyarakat. Hal serupa juga dikatakan aktivis Aliansi Masyarakat Madani Muksid Gazali. Menurutnya, fatwa MUI itu bermasalah secara metodologis karena mengacu pada ulama timur tengah. Ini mencerminkan yang mengeluarkan fatwa tidak memiliki kualifikasi. "Harusnya yang mengeluarkan fatwa juga mempertimbangkan dampaknya, posistif atau negatif," tandas Muksid.Selain orasi, Aktivis Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdala bacakan juga Petisi Bersama Warga Negara Republik Indonesia. Isinya antara lain mendesak pemerintah untuk melindungi hak warga negara untuk beribadah menurut agamanya termasuk 200 ribu warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia, mendesak pemerintah untuk menangkap dan menuntut pihak-pihak yangmelakukan kekerasan, dan menggugurkan fatwa yang menganggap ajaran agama tertentu sesat karena menimbulkan kekerasan. Amir Jemaat Ahmadiyah Abdul Basit juga hadir dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Gus Dur. Selain tokoh agama, hadir pula politisi seperti Akbar Tandjung dan Eros Djarot.Perayaan ulang tahun Gus Dur digelar di halaman depan rumahnya di Ciganjur. Ratusan orang penuh sesak memadati halaman rumahnya. Didampingi Istrinya, Sinta Nuriyah, Gus Dur memotong nasi tumpeng ulang tahun. Gus Dur mengaku baru kali ini ulang tahunnya dirayakan.
(ton/)











































