"Belum juga pertandingan dimulai, Ratna Sarumpaet sudah menyerang Kiai Ma'ruf dengan sangat keji. Politik seharusnya saling serang ide dan gagasan, bukan menyerang fisik," kata Charles di Jakarta, Minggu (12/8).
Soal usia Ma'ruf (75) yang diserang Ratna, menurut Charles hal itu sangat tidak relevan. Sebab, tidak ada undang-undang yang dilanggar terkait syarat usia cawapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi I DPR ini menilai faktor usia juga tidak selalu berkaitan dengan produktivitas, kinerja dan kepemimpinan seseorang. Dia bahkan memberi contoh Jusuf Kalla (76) yang berusia lebih tua dari Kiai Ma'ruf, masih sangat mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden.
"Kepemimpinan Kiai Ma'ruf di MUI dan PBNU selama ini juga sangat baik. Sebaliknya, kita banyak melihat para politisi muda yang tidak produktif, dan bahkan terjerat hukum karena narkoba atau korupsi. Jadi usia tidak selalu mencerminkan kinerja," ujar Charles.
Baca juga: Ratna Sarumpaet Serang Kiai Ma'ruf Amin |
Lebih dari itu, Charles juga heran dengan ucapan Ratna Sarumpaet yang menuding Kiai Maruf mengidap sejumlah penyakit. Parahnya lagi, hal itu diucapkan Ratna sebelum adanya pemeriksaan kesehatan resmi terhadap capres dan cawapres.
"Yang saya tahu Bu Ratna Sarumpaet itu seniman ya, kok tiba-tiba jadi 'dokter' dadakan yang seenaknya memvonis kesehatan seseorang? Oposisi sih boleh saja, tapi jangan menuding serampangan tanpa bukti seperti itu," tegas Charles.
Seperti diberitakan, belum juga kampanye Pilpres 2019 dimulai, Ratna Sarumpaet langsung menyerang KH Ma'ruf Amin. Adapun yang diserang Ratna adalah usia dan fisik sang kiai, bukan ide dan gagasannya.
"Ya buat apa Ma'ruf Amin diambil sebagai wapres, secara usia uzur sakit pula, sakit jantung, lemah jantung kan dia. Orang boleh dong, aku bertanya-tanya dong, di politik kan mau apa," kata Ratna.
Terkuak! Ini Alasan Ma'ruf Amin Dipilih Jadi Cawapres Ketimbang Mahfud:












































