"Pak Jokowi milenial banget. Saya lihat ini bukan siapa lebih milenial, tapi siapa yang bisa membuat satu terobosan di bidang ekonomi," kata Sandiaga di Lapangan F7 Mini Soccer, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/2018).
Menurutnya, pertarungan di pilpres 2019 akan ditekankan pada siapa yang bisa memberi kesejahteraan ekonomi masyarakat. Ditambah lagi soal percepatan pembangunan di Indonesia.
"(Terobosan) Yang berdampak pada lapangan pekerjaan, berdampak kepada harga-harga ygang terjangkau, berdampak kepada percepatan pembangunan dan itu yang saya rasa menjadi isu utama dari pemilihan presiden di 2019," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi Prabowo-Sandi lebih banyak peluang menarik massa. Kalau dilihat yang sektor tengah, ingin pemilih milenial, kelompok kelas menengah, terdidik, figur Sandiaga bisa masuk ke sini," kata Ray dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat.
Dia mengatakan Sandi bisa menggaet pemilih milenial karena dirinya tidak terlabel simbol-simbol agama. Sebaliknya, menurut Ray, Ma'ruf tak memiliki daya tarik di kalangan massa tengah.
"Sandiaga juga bukan tokoh yang, katakanlah, punya kecenderungan keagamaan. Sementara Pak Ma'ruf tidak punya daya tarik pada massa tengah ini. Jadi yang bisa dilakukan Pak Ma'ruf ya mengkonsolidasi saja orang-orang yang sudah menentukan pilihannya dari awal," jelas Ray. (idn/jor)











































