DetikNews
Sabtu 11 Agustus 2018, 12:48 WIB

Andi Arief: Prabowo Bukan Ahli Strategi Perang Pilpres, Saya Skeptis

Herianto Batubara - detikNews
Andi Arief: Prabowo Bukan Ahli Strategi Perang Pilpres, Saya Skeptis Prabowo Subianto (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno perlu kerja keras memenangi pertarungan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dia menilai Prabowo bukan ahli strategi perang dalam pilpres.

"Pilpres dan pemilu di Indonesia riwayat kemenangan itu ada di tiga Jawa, yaitu Jabar, Jateng, dan Jatim. Meski Partai Demokrat mengusung Prabowo-Sandi, jujur saja potensi menang di Jateng dan Jatim sangat berat," kata Andi lewat akun Twitter-nya @AndiArief__ seperti dilihat detikcom, Sabtu (11/8/2018).


Prabowo, menurutnya, lebih mementingkan cawapres yang berbasis 'logistik' dibandingkan dengan data survei. Karena itu, butuh kerja keras untuk memenangi pertarungan di tiga wilayah tersebut.

Menurut Andi, Prabowo saat ini elektabilitasnya di Jawa Tengah hanya 14 persen, sedangkan di Jateng dan Jatim 24 persen. Sementara itu, menurutnya, elektabilitas Gerindra saat ini di Jateng hanya 7 persen dan 9 persen di Jatim. Dia mengaku tidak mengetahui logika-logika logistik macam apa yang dipakai Prabowo sehingga yakin menang di Jateng dan Jatim.

"Prabowo bukan ahli strategi perang pilpres. Ia gagal dalam dua kali peperangannya karena abai membaca dua pertempuran di Jateng dan Jatim. Kita buktikan nanti apakah strategi kardus Sandi Uno bisa ubah pertempuran di Jatim dan Jateng atau tidak. Kami tetap dukung, meski berat," ujarnya.


Ditambahkan Andi, PAN bukan faktor penentu di Jatim dan Jateng. PKS, menurutnya, juga lemah di dua wilayah tersebut. "Dua partai ini hanya akan mementingkan hidup-mati keluar dari zona partai stabilo, meski PKS dapat jatah Wagub DKI. Pertanyaan dari Demokrat: mengapa Prabowo abaikan ini semua," ucapnya.

"Memang nanti Prabowo akan berargumen bahwa waktu masih 8 bulan lagi. Tapi bukankah Jokowi juga akan bekerja juga dalam waktu yang sama dalam dua bulan itu. Kardus cuma alat yang tidak dapat mengubah semua keadaan. Prabowo-Sandi mudah-mudahan bisa keluar dari ilusi bahwa Pilpres 2019 adalah ulangan Pilkada Jakarta, di mana sentimen agama akan membuat kemenangan. Cliffort Geertz sudah menulis lama bahwa fenomena agama di Jawa Timur dan Jawa Tengah punya karakteristik sendiri," ujarnya.

"Saya skeptis dengan Prabowo-Sandi sebagai pasangan tepat yang dinanti tagar #2019GantiPresiden. Namun kami akan tetap berkomitmen ikut memperjuangkannya," sambungnya. Seperti diketahui pasangan Prabowo-Sandiaga didukung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat pada Pilpres 2019.



Tonton juga video: 'Andi Arief Pernah Disuruh Sandiaga Gulingkan Pencapresan Prabowo'

[Gambas:Video 20detik]


(hri/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed