"Rehabilitasi sekolah yang rusak akibat bencana harus menjadi prioritas. Pendidikan anak tidak boleh terbengkalai walaupun terjadi bencana. Karena pendidikan ini merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkeadilan, dalam hal ini termasuk pendidikan di daerah bencana harus terus berjalan," kata Taufik kepada wartawan, Jumat (10/8/2018).
Selain gedung sekolah, Taufik mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur lainnya. Politikus PAN itu berharap rehabilitasi infrastruktur dapat memulihkan pariwisata di NTB.
"Kita berharap pemerintah segera memperbaiki seluruhnya sehingga pariwisata di sana tidak terlalu terdampak. Jika terdampak pun, kita harap tak berlangsung lama," terang Taufik.
Menurut Taufik, bencana gempa yang melanda NTB merupakan pelajaran berharga bagi pemerintah. Waketum PAN itu menuturkan pemerintah harus memberikan perhatian khusus terhadap daerah-daerah yang rawan bencana, seperti gempa.
"Untuk mengurangi risiko bencana di sekolah, ke depannya perlu ada perhatian khusus pada sekolah. Seperti bangunan yang lebih tahan gempa. Selain itu, guru-guru dan anak-anak harus diberi pelatihan dan modul antisipasi rawan bencana, sehingga pendidikan tetap berlangsung kendati terjadi bencana alam," papar Taufik.
Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Lombok menyebutkan sejauh ini korban jiwa akibat gempa 5 Agustus itu sebanyak 385 orang. Meskipun gempa itu tak masuk kategori bencana nasional, pemerintah pusat tetap semaksimal mungkin membantu pemulihan pascabencana.
Tonton juga video: 'Cerianya Anak Korban Gempa Lombok Dengarkan Dongeng'
(zak/dnu)











































