Dalam pidatonya di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Jumat (10/8), Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia menciptakan pemilu yang aman dan riang gembira. Jokowi berpesan jangan sampai perbedaan politik menyebabkan hubungan antartetangga menjadi tidak harmonis. Dia mengingatkan aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan dan kesatuan.
Menurut pengamat politik Gun Gun Heryanto, gaya komunikasi yang disampaikan Jokowi cenderung kalem dan membumi saat pidato. Diksi-diksi yang dipakai Jokowi cenderung sederhana dan mudah dimengerti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Prabowo, dalam orasinya di depan pendukung, berbicara mengenai kesenjangan ekonomi Indonesia dan siap membela rakyat miskin. Dia menegaskan tidak akan membiarkan rakyat Indonesia menjadi kacung bangsa lain.
Dengan bandana merahnya, Prabowo menyampaikan orasi dengan ciri khasnya dan memakai intonasi nada tinggi. Orasinya melecut semangat para pendukungnya. Menurut Gun Gun, pidato Prabowo menunjukkan power-nya sebagai komandan.
"Sementara Prabowo lebih ke power, otoritas, dan dia menunjukkan kegagahan dan lain-lain," ucap Gun Gun. (dkp/iy)










































