DetikNews
Jumat 10 Agustus 2018, 17:16 WIB

BNPB: Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 321 Orang

Jabbar Ramdhani - detikNews
BNPB: Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 321 Orang Distribusi bantuan untuk korban gempa Lombok dilakukan menggunakan helikopter. (Foto: Dok. BNPB)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban akibat gempa 7 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bertambah. Pada H+5 ini, tercatat ada 321 orang yang meninggal dunia.

"Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi. Adanya laporan-laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia masih dilakukan verifikasi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulis, Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan ada potensi jumlah korban tewas itu bertambah. Saat ini petugas masih melakukan verifikasi atas laporan-laporan korban tambahan.


Ke-321 orang yang jadi korban itu tersebar di Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sementara itu, saat ini jumlah pengungsi sebanyak 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah ini juga diperkirakan bertambah mengingat pendataan yang masih dilakukan.

Penggunaan helikopter untuk mempermudah mengakses lokasi terdampak gempaPenggunaan helikopter untuk mempermudah mengakses lokasi terdampak gempa. (Foto: Dok. BNPB)

"Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan, terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang, yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," ujar Sutopo.


Dia mengatakan, sejak Kamis (9/8) kemarin, distribusi bantuan dilakukan menggunakan 3 helikopter milik BNPB dan Basarnas. Bantuan dari darat juga terus dilakukan dengan melibatkan relawan dari komunitas pencinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan. Dapur umum dan pos kesehatan juga didirikan untuk melayani pengungsi.

Data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit. Pendataan masih dilakukan. Dari hasil analisis citra satelit terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Hampir 75 persen permukiman hancur dan rusak.

"Ini disebabkan paling dekat dengan pusat gempa dan menerima guncangan gempa dengan intensitas VII MMI. Rumah dengan konstruksi yang kurang memenuhi standar rumah tahan gempa tidak akan mampu menahan guncangan keras sehingga roboh," tuturnya.


Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit musala rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Angka ini juga sementara.

Di beberapa titik, korban masih membutuhkan bantuanDi beberapa titik, korban masih membutuhkan bantuan. (Foto: Dok. BNPB)

Kerugian dan kerusakan akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR di NTB serta Bali diperkirakan lebih dari Rp 2 triliun. Kerugian dan kerusakan ini meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, dan lintas sektor. BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi.


Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Call Center Posko Tanggap Darurat Pulau Lombok dengan nomor 0853 3863 9789 dan 0859 6147 2837. Sementara itu, Call Center Pospenas (Pos Pendampingan Nasional BNPB) melalui 0853 3365 6353.

Untuk bantuan bagi masyarakat di Jabodetabek, dapat disalurkan ke Posko Bantuan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Gedung Suma 3 VIP Room. Bantuan akan diangkut dengan pesawat Hercules TNI ke Lombok. Nomor kontak Posko Bantuan TNI 0812 6790 682, 0812 3161 1998, dan 0818 7264 089. Atau dapat disalurkan ke lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan.


Tonton juga video 'BNPB: Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 131 Orang'

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed