Menkes Siti Fadillah Supari:
Wabah DBD Belum Masuk KLB
Kamis, 04 Agu 2005 15:00 WIB
Jakarta - Korban deman berdarah dengue (DBD) setiap hari terus berjatuhan. Namun sejauh ini Departemen Kesehatan menganggap wabah itu masih bisa dikendalikan, sehingga belum perlu ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB)."Pemerintah belum tetapkan KLB. Tapi kita minta masyarakat waspada terhadap siklus DBD pada September-Oktober dan Februari-Maret," ungkap Menkes Siti Fadilah Supari di sela peringatan 100 Tahun Dr J Leimena di Gedung Depkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (4/8/2005).Wabah DBD di tingkat daerah, lanjut Menkes, kini sudah bisa diatasi. Namun jika daerah tidak mampu, maka pemerintah akan segera turun tangan.Hingga Rabu (3/8/2005), jumlah pasien DBD di RSUD Pasar Rebo mencapai 27 orang. Karena banyaknya penderita DBD, sebagian pasien saat ini harus rela dirawat di selasar depan Ruang Melati dengan menggunakan tempat tidur tambahan. RSUD Pasar Rebo menetapkan status KLB.Di RSCM, penderita DBD masih dapat tahap wajar. Hingga kini pasien masih berjumlah 5 orang. Sedangkan di RSUD Tarakan, pasien DBD datang silih berganti. Data saat ini penderita tercatat 21 orang.Flu BurungMengenai perkembangan kasus flu burung, Menkes mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan jenis penularan virus flu burung terhadap keluarga Iwan Siswara Rapei. "Apakah dari kotoran unggas atau tidak, nanti akan segera kita umumkan," kata Menkes.Iwan dan dua putrinya Sabrina Nurul Aisyah (8) dan Thabita Nurul Azizah (1) merupakan korban tewas pertama flu burung di Indonesia. Iwan dan dua putrinya positif terserang flu burung jenis H5N1 yang bersifat konvensional.
(umi/)











































