PPP Klaim Jadi Promotor Pencawapresan KH Ma'ruf Amin

PPP Klaim Jadi Promotor Pencawapresan KH Ma'ruf Amin

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 10 Agu 2018 13:38 WIB
PPP Klaim Jadi Promotor Pencawapresan KH Maruf Amin
Duet calon presiden-wakil presiden, Jokowi - KH Ma'ruf Amin (Grafis: Mindra Purnomo)
Jakarta - Dari restoran Plataran di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dan partai pengusung mengumumkan nama KH Ma'ruf Amin sebagai kandidat wakil presiden. Kabar ini cukup mengejutkan lantaran beberapa menit sebelumnya, nama Mahfud MD lah yang santer disebut akan diumumkan sebagai Cawapres.

Bahkan pada Kamis pagi, Mahfud sudah diminta oleh pihak istana melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk bersiap-siap: mengurus surat kelengkapan pencapresan dan kemeja lengan panjang warna putih. Lepas tengah hari, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga sudah bersiap merapat ke lokasi yang tak jauh dari restoran Plataran.

Namun semua berubah selepas waktu Ashar. Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding melalui akun Twitternya @Kadir_Karding membocorkan bahwa nama Cawapres untuk Jokowi adalah KH Ma'ruf Amin. Jokowi menguatkan kabar itu beberapa menit kemudian didampingi para ketua umum dan sekretaris jenderal partai pendukung: KH Ma'rif Amin dipilih sebagai Cawapres 2019-2024.

Pilihan Jokowi atas Ma'ruf Amin mengejutkan?

Ternyata tidak sepenuhnya mengejutkan. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy (Romi) mengaku bahwa pimpinan parpol pengusung sudah tahu sebelumnya bahwa nama KH Ma'ruf Amin lah yang akan mendampingi Jokowi.

"Ya sudah sebelumnya (tahu)," kata Romi saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/8/2018).

Bahkan sinyal KH Ma'ruf akan mendamping Jokowi sudah dilemparkan oleh Romi melalui akun Twitternya @Mromahurmuziy sejak 10 Juli lalu. Ketika itu dia melempar 10 nama Cawapres yang ada di kantong Jokowi. Kesepuluh nama itu adalah KMA (KH Ma'ruf Amin), Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Din Syamsuddin, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Moeldoko, Chairul Tanjung, dan Romahurmuziy (Romi) sendiri.

Sinyal berikutnya, dari 10 nama yang dilempar, hanya Kiai Ma'ruf yang dia urai panjang lebar sampai enam twit. Menurut dia, Ma'ruf Amin menjadi salah satu alternatif yang bisa menjembatani kepentingan banyak kelompok. Ini lantaran Kiai Ma'ruf adalah Rais 'Aam PB NU, pemimpin tertinggi Ormas Islam moderat terbesar di Indonesia.

Pada Selasa (7/8/2018), Romi kembali memberikan sinyal akan terpilihnya KH Ma'ruf sebagai Cawapres untuk Jokowi. "Twit Selasa kemarin, M pertama yang saya sebut Makruf Amin," kata Romi.

Dia kembali melemparkan sinyal pada Kamis pagi atau beberapa jam sebelum nama KH Ma'ruf diumumkan. "Twit Kamis pagi, PN Jakpus, bukan PN Sleman," kata Romi.

PN Jakarta Pusat adalah tempat KH Ma'ruf mengurus surat tidak sedang dalam keadaan pailit. Surat ini dibutuhkan sebagai salah satu syarat calon wakil presiden. Ada pun PN Sleman merupakan tempat Mahfud MD mengurus surat-surat kelengkapan Capres.

Romi PPP lah yang sejak awal mengusulkan nama KH Ma'ruf ke Jokowi. Dia mengaku mengusulkan langsung ke Jokowi saat bertemu di Istana Bogor pada 3 Desember 2017. "Kita (PPP) promotor awal," klaim Romi.



Tonton juga video: 'Gaya Jokowi-Ma'ruf Amin Deklarasi di Gedung Joang'

[Gambas:Video 20detik]

(erd/jat)



Berita Terkait