DetikNews
Jumat 10 Agustus 2018, 13:27 WIB

Kisah Kakek Ma'ruf Amin yang Pernah Jadi Imam Besar Masjidil Haram

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kisah Kakek Maruf Amin yang Pernah Jadi Imam Besar Masjidil Haram Ma'ruf Amin (Wildan/detikcom)
Serang - Nama Ma'ruf Amin mencuat ketika dipilih Jokowi sebagai cawapres 2019-2024. Ma'ruf Amin lahir di Kresek, Tangerang, kemudian mendirikan Pesantren An Nawawi Tanara, yang berada di daerah pesisir utara Serang. Ternyata, kakeknya seorang Imam Besar Masjidil Haram.

Ahmad Muayyad (40), anak ke-6 yang juga wakil pengasuh Ponpes An Nawawi, bercerita ayahnya membangun pesantren tersebut pada 2001. Pesantren itu didirikan di tempat lahir kakek buyutnya bernama Syekh Nawawi Al Bantani, yang dikenal sebagai ulama asal Banten. Sosok tersebut juga terkenal di Timur Tengah dan pernah menjadi Imam Besar Masjidil Haram.

Ponpes ini didirikan ayahnya bermula hanya dari satu bangunan. Lambat laun, jumlah santri yang menimba ilmu di pondok sudah sekitar 1.000 orang. Para santri itu belajar dari setingkat SD sampai perguruan tinggi.



Ajaran kakek Ma'ruf juga dibukukan dan diajarkan secara turun-temurun ke santri di pesantren ini. Meski demikian, pesantren ini juga tetap memadukan antara ilmu modern dan tradisional.

Santri tidak hanya belajar ilmu umum, tapi juga kitab-kitab kuning, seperti tafsir. Termasuk karya-karya dari Syekh Nawawi Al Bantani.

"Pesantren didirikan sama Kiai Ma'ruf. Tadinya mulai dari bangunan rumah, terus sedikit demi sedikit beliau membangun asrama dan buat sekolah," kata Muayyad kepada detikcom di kompleks ponpes, Tanara, Serang, Banten, Jumat (10/8).



Selain mendirikan pesantren, Ma'ruf Amin mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih. Mahasiswa yang sekaligus santri disediakan dua Jurusan Mualalah dan Ahlwalusyahsiyah (hukum keluarga).

Di pesantren ini, Ma'ruf Amin secara khusus mengajarkan ilmu tafsir dengan kitab pegangan Kitab Tafsir Al Jalalain. Diajarkan kepada santri rutin setiap minggu setelah salat subuh sampai pukul 07.00 WIB.

Keluarga berharap pilihan Jokowi menjadikan Ma'ruf Amin sebagai cawapres pilihan yang tepat. Ia mengharapkan itu karena ayahnya tersebut merupakan perwakilan ulama yang lahir dari santri.

"Mudah-mudahan saja kepilih jadi wakil presiden. Kan beliau kiai, kapan lagi wapres dari kalangan santri," ujarnya.



Tonton juga video: 'Gaya Jokowi-Ma'ruf Amin Deklarasi di Gedung Joang'

[Gambas:Video 20detik]




(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed