Pedagang: Kampanye Makan Ayam Belum Tingkatkan Penjualan

Pedagang: Kampanye Makan Ayam Belum Tingkatkan Penjualan

- detikNews
Kamis, 04 Agu 2005 09:31 WIB
Jakarta - Kampanye makan ayam yang gencar dilakukan oleh pemerintah ternyata belum cukup membantu pedagang ayam. Beberapa pedagang ayam di Pasar Minggu Jakarta Selatan masih mengeluhkan sulit menjual ayam."Sejak kampanye (makan ayam), penjualan sih enggak naik, tapi sudah ada yang berani beli ayam. Waktu isu flu burung santer biasanya cuma laku lima ekor, sekarang sudah sepuluh sampai lima belas. Normalnya 60 ekor sehari," kata Uri, pedagang ayam, kepada detikcom di Pasar Minggu, Kamis (4/8/2005).Uri yang berasal dari Magetan, Jawa Timur, juga mengaku rugi banyak begitu isu flu burung merebak. Sebelumnya omzet Uri sampai Rp 500.000 sehari. Sejak flu burung, omzetnya menurun drastis. "Paling banyak dapat Rp 200.000. Biasanya dijual Rp 12.000 seekor, sekarang selakunya saja," ujarnya.Hal yang sama juga diutarakan Rudi. Waktu flu burung lagi panas-panasnya, pernah barang dagangannya tidak laku sama sekali. "Sekarang paling banyak jual sekitar 30 ekor," keluhnya.Menurut Uri, pembeli juga kerap menanyakan asal ayam dan kondisi ayam yang dijualnya. "Saya bilang saja, kalau ayamnya kena flu burung saya duluan yang mati. Pemerintah juga makan ayam kok," yakinnya. Ayam yang dijual Uri dan Rudi dipasok oleh agen dari Bogor, Depok dan Tangerang. Tidak cuma pedagang, para agen ayam di Pasar Minggu juga mengeluh. Aji Sartono mengeluhkan bisnisnya masih lesu walaupun pemerintah sudah mengkampanyekan makan ayam. "Sama saja, masih melorot. Sampai sekarang cuma berani pasok setengah truk," kata agen ini. Sebelum isu flu burung marak, Aji biasa mendatangkan satu truk ayam berisi 1.680 ekor per hari. Tapi sekarang hanya separuhnya. Aji juga mengeluh banyak pedagang yang menjadi pelanggan ayamnya yang pulang kampung karena terus merugi. Pedagang yang masih bertahan juga tidak berani mengambil banyak ayam darinya." Biasanya pedagang ambil 100 ekor, sekarang paling 30-an," ujarnya. Aji juga berharap pemerintah terus menggencarkan kampanye makan ayam lewat media massa.Pedagang Telur Tak MasalahLain halnya dengan penjual ayam, pedagang telur di Pasar Minggu justru tidak merasakan dampak dari flu burung. Mereka mengatakan penjualan telur tetap stabil walaupun sempat terjadi kenaikan harga saat isu flu burung merebak."Sempat naik dari Rp 8.500 ke Rp 9.000 per kilo. Tapi sekarang sudah turun lagi. Mungkin karena barangnya sulit," kata Ade, pedagang telur yang juga agen telur di Pasar Minggu.Ade yang berasal dari Aceh, biasa memasok sekitar dua ton telur ayam negeri setiap dua hari sekali. Harga telur unggas lain, seperti telur bebek juga tetap stabil. (ddn/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini