Annan Kecam Kudeta Mauritania
Kamis, 04 Agu 2005 08:18 WIB
Jakarta - Sekjen PBB Kofi Annan mengecam tindakan kudeta terhadap Presiden Mauritania Maaouiya Ould Sid Ahmed Taya. Annan terganggu dengan adanya laporan yang menyebutkan terjadinya pengalihan kekuasaan di negara Afrika Barat itu."Sekjen PBB mengutuk keras setiap tindakan yang mencoba mengganti pemerintahan negara manapun secara inkonstitusional," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric seperti dikutip United Press International, Kamis (4/8/2005).Annan mendesak diupayakannya jalan damai bagi perbedaan politik yang terjadi di negara itu melalui suatu proses yang demokratis.Militer Mauritania mengumumkan mereka mengkudeta Presiden Taya, dan untuk sementara pemerintahan dijalankan oleh Dewan Militer. Dewan ini akan berkuasa di Mauritania selama dua tahun masa transisi. Setelah itu militer berjanji akan mengadakan pemilu menuju terciptanya kehidupan yang lebih demokratis.Ketika kudeta terjadi, Presiden baru selesai mengikuti upacara pemakaman mendiang Raja Fahd di Arab Saudi. Pesawat Presiden tidak mendarat di negaranya tapi mendarat di Niamey, ibukota Nigeria .
(ddn/)











































