Tidak diketahui pasti kapan dan lokasi video itu diambil. Hanya, terlihat anak-anak ramai bermain di lapangan tersebut saat angin yang disebut tornado itu terjadi.
Bukannya takut, anak-anak itu malah mendekati pusaran angin yang makin lama makin besar itu. Mereka baru bubar setelah pusaran angin itu hilang.
Cuma di Indonesia, Tornado gak punya harga diri.. pic.twitter.com/qEbfvRvWEC
β Teddy Gusnaidi (@TeddyGusnaidi) August 8, 2018
Dimintai konfirmasi, Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto menjelaskan peristiwa itu bukanlah tornado. Hary mengatakan angin itu terbentuk karena ada perubahan kecepatan angin yang menyebabkan turbulensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hary menerangkan turbulensi itu terjadi ketika kecepatan aliran udara dan/atau arah pergerakannya berubah dengan cepat. Pada saat itulah dapat dikatakan telah terjadi turbulensi udara. Soal angin yang terlihat dalam video itu, Hary mengatakan termasuk turbulensi geseran.
"Turbulensi geseran (shear turbulence) disebabkan adanya perubahan arah angin yang tiba-tiba, yaitu ketika arah angin berubah mendadak, baik secara horizontal maupun vertikal, dalam jarak yang dekat. Akibat adanya perbedaan tekanan udara. turbulensi geseran terjadi sepanjang perbatasan di antara dua aliran udara yang bergerak berlawanan arah," paparnya.
Hary menambahkan fenomena angin itu tak berbahaya. Dia mengatakan warga tak perlu khawatir jika menemukan angin tersebut.
"Tidak cukup kuat (untuk mengangkat anak)," jelasnya.
Bukannya Menghindar, Anak-anak Malah Mainan Tornado, tonton videonya di sini:












































