DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 14:59 WIB

Dirilis Polisi, Tersangka Prostitusi di Kalibata City Menangis

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Dirilis Polisi, Tersangka Prostitusi di Kalibata City Menangis Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Polda Metro Jaya merilis pengungkapan kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Tiga orang tersangka berikut barang buktinya dipamerkan ke hadapan wartawan.

Dari tiga tersangka itu, salah satunya adalah seorang perempuan berinisial TM. TM tiba-tiba menangis ketika dipamerkan dalam jumpa pers itu.

TM bersama dua tersangka lain, SBR dan RMV, awalnya disuruh berdiri di depan gedung utama Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Ketiganya menggunakan penutup muka.

Namun setelah itu, kedua tersangka laki-laki, SBR dan RMV, membuka penutup mukanya. Sedangkan muka TM masih ditutup kain.

TM tampak malu karena ulahnya yang menyediakan kamar untuk prostitusi di Kalibata City. Di balik kain, TM terdengar terisak dan berusaha terus menutup mukanya saat difoto oleh para wartawan.


TM pun sempat ditanya alasan dia menangis. Namun dia tak memberikan respons.

Dalam kasus ini, TM bersama RMV berperan sebagai penyedia kamar untuk tempat prostitusi di Kalibata City. Dua tersangka itu diduga menjadikan 17 unit apartemen untuk kegiatan prostitusi.

"Kami menetapkan tiga tersangka yaitu dua orang laki laki dan satu orang perempuan. Untuk seorang perempuan dengan inisial R kemudian satu tersangka laki inisial T alias O itu mereka adalah agen marketing properti yang saat ini secara fakta kami kumpulkan ada 17 unit apartemen dari sekian puluh apartemen yang mereka pasarkan digunakan untuk praktek prostitusi," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam di Mapolda Metro Jaya.

Sementara itu, Ade menambahkan, peran tersangka lain berinisial SBR merupakan seorang muncikari. SBR yang melakukan komunikasi kepada setiap calon pelanggan.


"Tersangka ketiga SBR alias O adalah muncikari. Dia orang terdepan yang melakukan komunikasi dengan calon calon pelanggan. Metode aplikasi nya dengan Beetalk dan We Chat," imbuh Ade.

Menurut Ade, SBR mencari pelanggan lewat aplikasi chat dengan berpura-pura sebagai seorang perempuan. Dia menunjukkan foto-foto perempuan kepada calon pelanggannya.

Atas perbuatannya, para pelaku itu dijerat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.





Tonton juga 'Stadium Buka Lagi dan Berganti Nama?':

[Gambas:Video 20detik]



Dirilis Polisi, Tersangka Prostitusi di Kalibata City Menangis

(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed