"Keduanya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus sejumlah kejahatan jalanan," kata Kasat Reskrim Polrestbes Medan AKBP Putu Yuda Prawira, dalam rilisnya ke wartawan, Rabu (8/8/2018).
Afandri merupakan warga Jalan Rawa Cangkuk Medan, tewas di tembak dada dan pahanya, Rabu (8/8) subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Saat polisi melakukan patroli. Keduanya terlihat melintas dengan sepeda motor di Jalan S Parman Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 3 Begal Driver Ojol di Tol BSD Ditangkap |
Dalam kondisi terjatuh, keduanya masih sempat melarikan diri ke arah sungai Deli arah jalan Iman Nonjol Medan.
"Saat sembunyi di bawah jembatan, tersangka Afandri yang memegang parang mengajungkan senjata tajam ke arah petugas dan terpaksa dilumpuhkan," ungkapnya.
Dari catatan kepolisian, dua tersangka yang merupakan komplotan begal sadis di Medan, sudah melakukan aksi kejahatan sebanyak 14 kali.
"Terakhir, komplotan ini melakukan aksi kejahatan terhadap guru wanita di jalan Mabar Medan. Korban yang berusaha mempertahankan motornya dianiaya dan dilindas motor oleh para pelaku, " jelasnya. (asp/asp)











































