DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 09:52 WIB

Cegah Narkoba, Kemenhub Gelar Sosialisasi dan Tes Urine di DKPPU

Mustiana Lestari - detikNews
Cegah Narkoba, Kemenhub Gelar Sosialisasi dan Tes Urine di DKPPU Foto: kemenhub
Jakarta - Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) menggelar tes urine narkoba untuk seluruh pegawai termasuk para inspektur di lingkungan DKPPU. Sebanyak 250 pegawai DKPPU telah dites narkoba oleh tim dari Balai Kesehatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara.

Capt. Avirianto mengingatkan kepada semua pegawai DKPPU agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum yaitu mengonsumsi narkoba dan melakukan korupsi.

"Melakukan korupsi dan penggunaan narkoba tidak hanya merugikan marwah dan kewibawaan institusi Kementerian Perhubungan, namun juga diri sendiri, keluarga, istri atau suami dan anak-anak bagi yang mempunyainya. Selain itu pasti juga merugikan masa depan, yaitu tertutupnya jenjang karir bagi dirinya sendiri," ujar Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Capt. Avirianto S dalam keterangan tertulis, Rabu (8/8/2018).



Menurut Capt. Avirianto, sanksi tegas akan diberikan kepada personil penerbangan jika terbukti benar menggunakan narkoba. Selain itu lisensi sebagai penerbang pun dibekukan dan juga akan dilakukan proses pemberhentian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam tes narkoba tersebut dibuka Capt. Avi didampingi oleh Kasubdit Operasi Penerbangan, Capt. Moch. Mauluddin dan Kasubag Tata Usaha, Haribowo Lesmono, serta Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Sri Murani Ariningsih.



Selain tes urine, DKPPU menggelar sosialisasi perang melawan narkoba kepada personel Penerbangan di Kantor Dit. KPPU, kompleks Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Sosialisasi dibuka juga oleh Capt. Avirianto dan dihadiri oleh ratusan pilot dan personel penerbangan lainnya dari perwakilan maskapai penerbangan nasional serta Inspektur di lingkungan Dit. KPPU.

Acara sosialisasi juga mengundang dua narasumber yaitu Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen (Pol) Drs. Sufyan Syarif, MH dan AKBP TP. Simangunsong, Penyidik Madya II Dit. Res. Narkoba Polda Metro Jaya. Capt Avirianto menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan personel penerbangan nasional.

"Sosialisasi ini untuk menyampaikan pesan kepada lapisan yang paling dasar, khususnya penerbang bahwa narkoba itu sangat berbahaya karena bisa membuat kinerja negatif saat menerbangkan pesawat. Para pilot juga harus diberi pemahaman bahwa penumpang yang dibawa itu sangat penting dan harus diselamatkan dalam operasional penerbangan," ujarnya.

Capt. Avirianto mengharapkan acara ini bisa diselenggarakan 3-4 kali dalam setahun sehingga pemahanan tentang bahaya narkoba bisa lebih meresap. Namun dirinya juga mengharapkan maskapai penerbangan melakukan hal yang serupa di internal perusahaannya sehingga sosialisasi ini lebih sering dilakukan.

Sementara itu Brigjen (Pol) Sufyan Syarif yang menulis makalah berjudul 'Peran Aktif Dunia Penerbangan Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)' itu menyampaikan bahwa penerbangan harus diatur dengan baik agar sehat, tidak hanya bisnisnya namun juga operasional penerbangannya.

"Yang penting itu mencegah penggunaan narkoba. Untuk itu bikinlah aturan yang bisa mencegah penggunaan narkoba bagi personel penerbangan seperti misalnya diadakan tes urine, sosialisasi dan sebagainya," ujar Sufyan.

Sufyan juga mengingatkan para personel penerbangan untuk mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 8 tahun 2015 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil bagian 67 yaitu standar kesehatan dan sertifikasi personel penerbangan.

PM tersebut mengharuskan awak angkutan penerbangan untuk melakukan cek kesehatan sebelum mengoperasikan kendaraan. Sementara AKBP TP. Simangunsong mengatakan semua pihak harus bersinergi dalam perang melawan narkoba ini.

"Narkoba itu seperti lingkaran setan. Jika ada seseorang yang terkena, yang bisa menyembuhkan itu dirinya sendiri dibantu keluarga dan teman-teman terdekat termasuk teman kantor. Untuk itu kita harus punya komitmen dulu dalam hati dan kemudian dipertegas oleh perusahaan," ujarnya.

Dua acara tersebut merupakan kelanjutan dari imbauan Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno. Dia meminta digelar tes urine dan sosialisasi perang melawan narkoba untuk para pilot dan personel penerbangan di Ditjen Perhubungan Udara.

Menurut Praminto, dua hal tersebut harus dilakukan mengingat narkoba sangat berbahaya dan sudah merasuk ke dunia penerbangan nasional.

"Saya perintahkan untuk segera dilakukan lagi tes urine narkoba kepada seluruh inspektur DKPPU oleh Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) dan diprogramkan secara berkala tanpa pemberitahuan kepada para Inspektur Penerbangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Dan dalam waktu dekat, agar diadakan sosialisasi perang terhadap narkoba kepada semua personel penerbangan dan maskapai penerbangan di Indonesia. Kita harus mencegahnya bersama-sama agar tidak mengganggu keselamatan dan keamanan dalam penerbangan!" ujar Praminto.



Tonton juga video: 'BNN Ajak Anak Sekolah Cegah Narkoba'

[Gambas:Video 20detik]



Cegah Narkoba, Kemehub Gelar Sosialisasi dan Tes Urine di DKPPU

(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed