Korsel Berhasil Mengkloning Anjing

Korsel Berhasil Mengkloning Anjing

- detikNews
Kamis, 04 Agu 2005 06:14 WIB
Jakarta - Setelah Dolly, CC dan Ralph dikloning, para ilmuwan di Korea Selatan berhasil memproduksi kloning anjing pertama, binatang yang dianggap paling sulit untuk dikloning. Salah satu anjing mati begitu lahir, sementara yang lainnya, anjing jenis Afganistan bernama Snuppy, masih sehat setelah 16 minggu.Para ilmuwan berharap kloning anjing ini akan membantu memahami perawatan sejumlah penyakit manusia."Anjing memiliki karakter yang sama dengan manusia. Sebagian penyakit anjing hampir sama dengan penyakit manusia," kata Ketua Peneliti Woo Suk Hwang dari Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan, seperti dikutip BBC, Kamis (4/8/2005).Ilmuwan berharap kloning anjing dapat menjadi pembuka dalam menemukan teknologi yang berguna untuk menyembuhkan penyakit manusia. "Inilah tujuan utama penelitian kami," kata Hwang.Snuppy, kepanjangan dari Seoul National University Puppy, dibuat dari satu sel yang diambil dari telinga anjing jenis Afganistan berusia tiga tahun. Para ilmuwan mengambil bahan genetis dari sel telinga dan menempatkannya di sel telur kosong. Sel telur ini kemudian distimulasi agar terpecah dan berkembang menjadi embrio.Begitu berkembang, sel itu dipindahkan ke induk Snuppy, seekor labrador. Anjing kloning ini lahir melalui operasi caesar setelah kehamilan 60 hari. Walaupun banyak binatang lain berhasil dikloning, anjing dianggap yang paling sulit untuk dikloning.Ilmuwan Korea Selatan hanya berhasil mengembangkan tiga embrio dari 1.000 embrio yang ditransfer ke 123 induk. Dari embrio embrio itu, satu keguguran dan satu mati begitu lahir; hanya Snuppy yang bertahan.Snuppy ikut menjadi perhatian dunia setelah Kambing Dolly, CC Tikus, dan Ralph yang juga merupakan hewan kloning. Keberhasilan kloning ini tak pelak membuat sebagian kalangan prihatin dengan implikasi etika dari penelitian ini. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads