Militer Ambil Alih Mauritania

Militer Ambil Alih Mauritania

- detikNews
Kamis, 04 Agu 2005 01:22 WIB
Jakarta - Militer Mauritania menggulingkan kekuasaan rezim totaliter Presiden Maaouiya Ould Sid Ahmed Taya saat Presiden yang pro Barat ini mengikuti pemakaman Raja Fahd, Rabu (3/8/2005). Militer berencana memegang kekuasaan selama dua tahun.Sebagaimana dilaporkan BBC, militer telah mengambil alih media massa milik negara dan menguasai rute-rute utama ibukota Mauritania, Nouakchott, dan menutup bandara. Persatuan Bangsa-Bangsa Afrika (African Union) mengutuk kudeta yang menggunakan kekerasan itu. Dewan Militer untuk Keadilan dan Demokrasi yang melakukan kudeta itu mengatakan akan memimpin negara tersebut selama dua tahun. Setelah itu mereka akan mengadakan pemilu yang bebas dan adil. Setelah pengumuman kudeta tersebut di radio nasional, warga Mauritania merayakannya dengan turun ke jalan dan membunyikan klakson mobil.Kendaraan militer yang dilengkapi persenjataan berat dan senjata anti pesawat udara disiagakan. Suara tembakan juga terdengar di dekat istana presiden yangditutup dan dijaga pengawal kepresidenan. Sementara itu, pesawat yang ditumpangi Presiden Maaouiya mendarat di ibukota Nigeria, Niamey. Taya baru saja kembali dari pemakaman Raja Fahd di Arab Saudi.Militer pemberontak telah berusaha menggulingkan Presiden Taya sejak Juni 2003. Sebelumnya juga terjadi dua upaya kudeta di tahun 2004. Taya berkuasa melalui kudeta tak berdarah tahun 1984. Setelah itu, ia tiga kali dipilih kembali sebagai presiden. Taya dibenci karena pemerintahannya memiliki hubungan dengan Israel dan Washington. Mauritania sendiri merupakan negara republik Islam. (ddn/)



Berita Terkait