DPRD Jateng Setujui Pembelian Payung Masjid Senilai Rp 11 M

DPRD Jateng Setujui Pembelian Payung Masjid Senilai Rp 11 M

- detikNews
Rabu, 03 Agu 2005 21:42 WIB
Jakarta - Setelah menghabiskan waktu selama lima jam, rapat paripurna DPRD Jateng memutuskan menyetujui pembelian payung elektrik Masjid Agung Jateng (MAJ) yang harganya mencapai Rp 11 miliar. Rapat sempat diwarnai ketegangan.Rapat yang membahas perubahan APBD 2005 itu digelar di Kantor DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Rabu (3/8/2005). Dari 80 anggota dewan yang hadir, sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dengan pembelian payung elektrik itu dan 64 orang menyatakan setuju. Anggota dewan yang tidak setuju pembelian payung beralasan, barang itu terhitung sangat mahal dan mewah. Hal itu akan kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah soal penghematan energi. "Lebih baik cari payung statis yang harganya lebih terjangkau," kata Ketua Komisi B Khafid Sirotudin.Sementara di kubu lainnya menyatakan, berapa pun harga payung dan peralatan MAJ tidak masalah asalkan penggunaan dananya transparan. Terlebih lagi, kalau sudah jadi masjid tersebut bisa dinikmati masyarakat Jateng.Rapat paripurna itu sangat berlarut-larut karena sejumlah anggota dewan mempermasalahkan perlu tidaknya voting dan model voting. Setelah tidak mencapai titik temu, pemimpin rapat Wakil Ketua DRPD Hisyam Alie akhirnya memutuskan pengambilan keputusan melalui voting.Ketua Komisi E Muhamad Iqbal (Partai Golkar) dan sejumlah anggota FPAN dan FPKS memprotes model voting yang mengharuskan anggota dewan untuk berdiri untuk menunjukkan persetujuannya. Tapi, interupsi itu tak bergema.Dalam voting pertama, Hisyam Ali meminta anggota dewan yang tidak setuju untuk berdiri. Ketika 16 orang berdiri, beberapa anggota dewan lainnya berteriak "huuu" dan mencibir. Suasana pun jadi bergemuruh. Hasil rapat paripurna itu cukup mengejutkan mengingat menjelang rapat banyak anggota dewan yang tidak setuju pembelian payung elektrik yang sangat mewah itu. Hal itu misalnya, terjadi pada rapat gabungan Komisi E dan B. Hal serupa juga terjadi pada rapat-rapat komisi.Gubernur Jateng Mardiyanto menyatakan, meski anggaran pembelian payung disetujui pihaknya akan berusaha menghemat dana. "Kalau produk luar negeri terlalu mahal ya kita cari produk dalam negeri saja. Itu nanti akan kita atur," katanya usai rapat.MAJ dibangun di Jalan Gajah Raya Semarang. Hingga saat ini, masjid yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih seperti televisi mini, payung elektrik yang bisa buka tutup sebagaimana Masjid Madinah, sound system, dan lain-lain telah menghabiskan dana sekitar Rp 200 M. (ddn/)


Berita Terkait