Perbarui Alat Tempur, TNI Minta Tambahan Anggaran Rp 2 T
Rabu, 03 Agu 2005 18:25 WIB
Jakarta -
Banyak peralatan tempur yang tak berfungsi. TNI pun meminta penambahan anggaran pertahanan senilai Rp 2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki dan mengganti peralatan tempur yang rusak dan memperbaruinya dengan peralatan baru."Saat ini dari 20 hercules yang ada, tidak semuanya bisa terbang. Demikian juga dengan satu skuadron F-16, hanya empat yang bisa terbang," jelas Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto kepada wartawan usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2005).Tarto membantah jika ada informasi yang menyebutkan tambahan anggaran pertahanan ini untuk membiayai operasional pasukan TNI di NAD maupun daerah lainnya. "Anggaran untuk mengamankan Aceh itu di luar anggaran TNI. Karena memang kepentingannya bukan untuk TNI," ujarnya.Dijelaskan dia, alokasi dana tambahan Rp 2 triliun, dari Rp 21,9 triliun yang sudah dianggarkan APBN, akan difokuskan untuk peningkatan kemampuan pasukan TNI melaksanakan tugas pokoknya mengamankan negara, khususnya peremajaan peralatan tempur yang selama ini rusak karena keterbatasan anggaran.Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, untuk membiayai operasional TNI di Aceh pasca-perjanjian Helsinki, pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp 526 miliar.Jumlah tersebut merupakan total dana uang yang dibutuhkan untuk mengamankan NAD sesuai kebutuhan. "Kalau keuangan negara tidak memungkinkan, kita usahakan dari Rp 2 triliun itu untuk TNI Rp 1,5 triliun dan untuk pengamanan NAD Rp 525 miliar," tuturnya.
(jon/)










































