Panglima Diminta Tegur Anggota TNI yang Seenaknya Pakai Pistol
Rabu, 03 Agu 2005 17:58 WIB
Jakarta -
Aksi pamer pistol yang melibatkan seorang eks perwira TNI AD di Jatinegara, Jakarta Timur, menarik perhatian kalangan DPR. Anggota DPR akan menyentil hal itu saat bertemu Panglima TNI."Dalam rapat kerja dengan Kapolri dan Panglima TNI nanti, kita akan sampaikan agar mereka menegur anggota yang semena-mena karena memiliki senjata," kata anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan di DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Politisi PDIP ini mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan kasus penggunaan senjata api di tempat umum yang dirasa mengancam jiwa mereka."Jadi nggak bisa main hakim sendiri. Sikap itu harus dilaporkan pada Provost supaya diperiksa pelakunya," imbuhnya.Seperti diberitakan sebelumnya, dokter S yang juga pensiunan TNI AD, terlibat pertengkaran dengan sepasang suami istri di depan RSIA Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, 30 Juli 2005. Kedua pihak mempunyai versi yang berbeda atas insiden yang menyebar luas di aneka mailing list ini. Korban mengaku ditodong pistol oleh dokter S saat tengah berdebat tentang mobilnya yang ditabrak dokter itu. Tapi dokter S menyangkal menodong dan hanya mengambil pistol dan menyelipkan ke pinggangnya.
(aan/)










































