AS Tetap Dukung Papua Masuk RI
Rabu, 03 Agu 2005 17:43 WIB
Jakarta - Pemerintah AS memberikan dukungan penuh terhadap NKRI, termasuk Papua yang merupakan bagian dari wilayah Indonesia. "Pemerintah AS secara mutlak menghormati dan mendukung kesatuan wilayah Indonesia. Itu sikap dan posisi pemerintah kami," ungkap Direktur Urusan Asia Pasifik Dephan AS Brigjen John Allen usai acara Indonesian-US Security Dialogue III di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Allen yang juga ketua delegasi Dephan AS dalam dialog itu membantah pemerintahnya telah menerapkan standar ganda di Indonesia. Yakni di satu sisi mendukung kedaulatan NKRI, tapi di sisi lain menempatkan agen-agennya di daerah konflik di Indonesia."Saya melihat tidak ada standar ganda. Ini sangat jelas. Kita bicarakan mengenai dukungan terhadap wilayah Indonesia selama beberapa hari. Kalau ada opini lain, sikap pemerintah kami jelas," tegas Allen.Kasus Papua mencuat setelah dua anggota Kongres AS mempersoalkan kembali hasil Perpera pada tahun 1969 lalu yang menyatakan rakyat Papua mendukung NKRI. Mereka minta Papua dibebaskan dari NKRI. Sedangkan mengenai pengamanan Selat Malaka, Allen mengakuai pemerintahnya tertarik memberikan bantuan dalam pengamanan tersebut. Saat ini Selat Malaka menjadi otoritas tiga negara, yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Namun ketiga negara itu menyatakan, tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari negara lain dalam hal pengamanan karena keterbatasan kemampuan."Kita lihat dulu isi perjanjiannya itu. Kita memang sangat tertarik untuk membantu membangun kemampuan negara-negara pantai untuk mengamankan kawasan itu. Kita ingin kerja sama ini dilakukan transparan dan berlandaskan kepercayaan," kata Allen.Mengenai dampak politik jika Cina ikut serta dalam pengamanan Selat Malaka, dia mengatakan, sejauh concern-nya untuk pengamanan Selat Malaka dari terorisme dan kriminalitas di luat, tawaran dari Cina patut diterima. "Tetapi memang yang menentukan adalah otoritas ketiga negara itu, karena memang sangat berkepentingan di kawasan itu," katanya.
(umi/)











































