Pedagang Burung Semarang Adu Mulut Tolak Penyemprotan

Pedagang Burung Semarang Adu Mulut Tolak Penyemprotan

- detikNews
Rabu, 03 Agu 2005 17:20 WIB
Semarang - Saat di berbagai tempat sedang gencar-gencarnya mengantisipasi flu burung, pedagang burung Semarang justru menolak penyemprotan disinfektan. Pedagang sempat adu mulut dengan petugas.Penolakan penyemprotan itu terjadi di Pasar Burung Karimata Semarang, Jl. Kartini, Rabu (3/8/2005). Para pedagang beralasan flu burung hanya menjangkiti ayam. Mereka juga khawatir dampak pascapenyemprotan.Salah satu pedagang, Sukardi, mengatakan, sebelum penyemprotan pihaknya tidak pernah mendapat sosialisasi. "Kalau tempat kami disemprot lalu burung-burung mati, siapa yang bertanggung jawab. Ini lahan penghidupan kami," katanya.Dua petugas yang sudah membuat campuran disinfektan dan memakai pakaian a la astronot tak jadi menyemprot. Mereka hanya diam di tempat sambil memandangi para pedagang yang terlihat begitu ngotot menolak penyemprotan.Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Semarang Totok Sutanto dan sejumlah stafnya sempat berdialog dengan para pedagang. Tapi para pedagang terlihat bersatu padu. Mereka tetap tak mau lokasi jualannya disemprot."Flu burung itu hanya menyerang ayam. Bukan burung. Burung bisa kena penyakit itu kalau tidak dirawat. Kami kan merawat burung sebagaimana merawat keluarga," jelas Sukardi meyakinkan.Mengetuhui demikian kuatnya penolakan itu, Totok pun terlihat lesu. Ia menjelaskan bahwa penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit flu burung. Tapi para pedagang tak mau tahu."Kalau mereka menolak ya tidak apa-apa. Itu kan hak mereka. Silakan saja. Kami cuma menjalankan tugas," katanya pasrah.Totok, staf Dispertan, dan dua petugas penyemprot itu pun meninggalkan lokasi. Sementara pedagang terlihat gembira sambil meneriakkan "Kami menolak penyemprotan berkali-kali". Pedagang juga berniat mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan. (nrl/)



Berita Terkait