DetikNews
Senin 06 Agustus 2018, 21:43 WIB

Rujuk Politik Prabowo-Titiek

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rujuk Politik Prabowo-Titiek Foto: dok. Instagram Prabowo Subianto
Jakarta - Seolah deja vu saat mendekati Pilpres 2014, kemesraan Prabowo Subianto dengan Titiek Soeharto kembali muncul menjelang Pilpres 2019. Kebersamaan keduanya muncul di media sosial.

Berawal dari unggahan akun @titiksoeharto di Instagram sebuah foto jadul yang memperlihatkan Titiek tengah berbaring bersama sang anak, Didit Hediprasetyo, yang saat itu masih bayi. Titiek melihat ke arah kamera, sedangkan Prabowo berdiri di sisi tempat tidur dengan pandangan mata ke arah Didit.

Tertulis di foto itu tentang kampanye Hari ASI Sedunia. Namun warganet salah fokus dengan memperbincangkan kebersamaan Prabowo dan Titiek kala itu. Keduanya memang sudah lama berpisah, sejak 1998.


Unggahan itu langsung disambut Prabowo, yang mengunggah foto lama yang menunjukkan suasana hangat kebersamaannya bersama Titiek, yang juga dipamerkan di akun Instagram @prabowo. Tampak Prabowo muda melingkarkan lengannya ke pinggang Titiek. Dalam foto itu, tak hanya Prabowo dan Titiek, tampak anggota keluarga lain yang berpose.

Warganet kembali heboh hingga mendoakan keduanya kembali rujuk. Kemesraan Prabowo dan Titiek mengingatkan momen menjelang Pilpres 2014, yang juga mempertontonkan kebersamaan keduanya.

Isu rujuknya Prabowo dan Titiek pun bangkit lagi. Terlebih ketika Titiek merespons unggahan foto Prabowo itu dengan kata-kata penuh kehangatan.

"Salah satu momen terbaik mas @prabowo," tulis Titiek pada kolom komentar foto yang diunggah Prabowo seperti dilihat detikcom, Jumat (4/8) lalu.

Pakar politik M Qodari menyebut momen kemesraan Prabowo dan Titiek itu sebagai ritual politik lima tahunan. Kok, bisa?

"Jadi ini mencoba dibangun sebuah harapan Prabowo menjadi pemimpin yang sempurna. Cuma yang menimbulkan tanda tanya, kenapa harapan rujuk itu muncul? Jadi seperti ritual lima tahunan, setiap lima tahun sekali isu rujuk kembali," kata Qodari, yang juga menjabat Direktur Eksekutif Indo Barometer, Senin (6/8/2018).

"Pengalaman 2014 itu kan sampai diisukan mau menikah lagi dan itu mepet pilpres. Itu menimbulkan kesan bahwa isu rujuk itu komoditas politik," imbuhnya.

Qodari menyebut sosok Prabowo, yang sampai saat ini masih sendiri, sebagai salah satu kelemahan. Sebagai calon presiden (capres) yang diprediksi bakal kembali melawan Joko Widodo (Jokowi), Prabowo disebut Qodari sangat kontras.


"Dalam hal ini, ada kontras antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Kalau Pak Prabowo kan ke mana-mana sendiri, anaknya juga jarang kelihatan, sementara Pak Jokowi istrinya terlihat mendampingi, anaknya tiga, sudah menikah dua, dan punya cucu, sering jalan-jalan sama cucu, sesuatu yang tak bisa dilakukan Prabowo," ungkap Qodari.

Senada dengan Qodari, pakar politik dari Median, Rico Marbun, melihat momen nostalgia Prabowo-Titiek ditujukan untuk Pilpres 2019. Menurut Rico, kemesraan itu seolah ingin menunjukkan citra keluarga dalam diri Prabowo.

"Citra family man. Buat orang Indonesia, nilai kekeluargaan itu penting, sementara riilnya Prabowo sampai saat ini tidak punya pasangan. Kalau dihadapkan dengan Jokowi, bisa jomplang," kata Rico kepada wartawan.

"Image Jokowi merepresentasikan keluarga Indonesia dapat, sementara Prabowo agak kurang. Nilai kebersamaan dalam keluarga adalah image yang harus diperbaiki Prabowo," imbuh Rico.
(dhn/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed