DetikNews
Senin 06 Agustus 2018, 21:34 WIB

Tim Survei Papua Terang Diserang Kelompok Kriminal, 5 TNI Terluka

Wilpres Siagian - detikNews
Tim Survei Papua Terang Diserang Kelompok Kriminal, 5 TNI Terluka Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Papua - Tim survei Papua Terang, yang beranggotakan 33 orang, diserang kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) saat berada di Kampung Bokoa, Distrik Wagemuga, Kabupaten Paniai. Serangan itu mengakibatkan lima anggota TNI terluka dan tiga pucuk senjata dirampas.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi membenarkan adanya penyerangan terhadap tim survei Papua Terang tersebut. Aidi mengatakan tim itu diserang saat mengambil gambar di beberapa kampung di wilayah tersebut.

"Benar, tim survei Papua Terang diserang KKSB saat berada di Kampung Bolos, Kabupaten Paniai, setelah melakukan pengambilan gambar di tujuh kampung di wilayah tersebut," ujar Aidi saat dimintai konfirmasi, Senin (6/8/2018).


Aidi menjelaskan tim survei Papua Terang itu berjumlah 17 orang. Mereka terdiri atas 3 tenaga ahli PLN, 3 tenaga sukarela, dan 11 mahasiswa, yang terdiri atas 4 mahasiswa Universitas Indonesia dan 7 Universitas Cenderawasih. Tim putra-putra terbaik asli Papua itu dipimpin Sugiri sebagai koordinator sekaligus pendamping. Ditambah 16 personel pasukan pengamanan dari TNI, mereka berangkat dari Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga, Kabupaten Paniai, menggunakan 2 unit speedboat.

Awalnya tim survei yang melakukan pengambilan gambar disambut baik masyarakat Distrik Wegemur. Tim juga sempat mengabadikan gambar tujuh Kampung, yaitu Kampung Muyadebe, Kampung Kegomakida, Kampung Uwamani, Kampung Bokoa, Kampung Ugitadi, Kampung Dapaiba, dan Kampung Kinou, hingga akhirnya tim dicegat oleh tiga warga.

"Selama melewati ketujuh kampung tersebut, tim mendapat sambutan dari masyarakat. Namun, saat tiba di Kampung Kinou, tim dihentikan oleh tiga orang dan diminta kembali karena tidak membawa surat izin dari pemda," ujarnya.

Aidi mengatakan Serma Alpius Gobay berusaha bernegosiasi dengan ketiga warga tersebut, tapi mereka tetap meminta tim survei meninggalkan lokasi. Untuk menghindari bentrokan, tim akhirnya balik kanan menuju Pelabuhan Kampung Muyadebe, Distrik Wagemuka. Saat di Kampung Bokoa, sekitar 50 anggota KKSB membawa senjata laras panjang, panah, parang, hingga kapak mengejar tim.

Tak berselang lama, sekitar 30 orang KKSB keluar dari rumah warga beserta puluhan warga lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang beserta panah, kapak, dan parang mengepung tim survei.

"Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Anggota TNI di bawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya. Namun, karena jumlah yang tidak imbang, akhirnya KKSB berhasil merampas 3 pucuk senjata senapan panjang," jelasnya.


Beberapa warga setempat juga sempat memberikan perlindungan kepada tim survei dan mengusir anggota KKSB. Menghindari jatuhnya korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan seluruh anggotanya tidak mengeluarkan tembakan.

"Akibat kejadian tersebut, beberapa anggota TNI mengalami luka-luka, antara lain Serma Alfius Gobay mengalami bibir pecah kena pukulan benda tumpul, Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok, Sertu Hardi luka lebam di muka, Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kapak, Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang, sedangkan tim survei lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai," terang Aidi.

"Selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perawatan medis di RSUD Kabupaten Paniai," imbuhnya.

Aidi mengatakan tim ini terdiri atas para mahasiswa. Mereka melakukan survei lapangan untuk mendukung program Papua Terang, yang diharapkan agar seluruh masyarakat di pedalaman Papua bisa menikmati penerangan listrik.
(ams/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed