Sebaiknya Siapa pun Dilarang Bawa Pistol di Jalanan

Sebaiknya Siapa pun Dilarang Bawa Pistol di Jalanan

- detikNews
Rabu, 03 Agu 2005 14:01 WIB
Jakarta - Sudah berkali-kali terjadi, pistol berbicara saat si 'empunya' terkena masalah di jalanan. Dari hanya sekadar mengancam hingga benar-benar si empunya menyalakkan pistolnya hingga jatuh korban. Sebaiknya, pemerintah melarang siapa pun menenteng pistol dan senjata api lainnya saat berada di jalanan. Kejadian terakhir menimpa warga Depok, Sabtu, 30 Juli 2005 lalu. Saat terkena macet di depan RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, mobil warga Depok itu ditabrak oleh mobil dinas Nissan X-Trail milik seorang perwira tinggi TNI, yang konon berpangkat brigadir jenderal. Karena mobilnya ditabrak, warga Depok itu pun marah dan meminta tanggung jawab si perwira tinggi TNI itu. Namun, di tengah upaya negosiasi itu, si jenderal mengancamnya dengan menodongkan pistol ke arah kepalanya. Si warga Depok itu pun tak kuasa melawannya. Itu baru satu kasus. Beberapa tahun lalu, seorang anggota MPR juga pernah mengacungkan pistol ke arah pengendara motor di sebuah perempatan jalan di Jakarta. Anggota MPR itu mengancam dengan pistol, hanya gara-gara tersinggung dengan si pengendara motor itu. Di Kalimalang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, seorang polisi malah menembak sopir angkot hingga tewas. Ini terjadi juga gara-gara si polisi memiliki masalah dengan sopir angkot itu saat sama-sama menggunakan jalan. Mengapa demikian mudahnya pistol berbicara saat di jalan? Begitulah dahsyatnya jalanan dalam memunculkan masalah. Emosi seseorang sering timbul di jalanan, karena situasi jalanan yang macet atau sikap pemakai jalan yang ugal-ugalan. Anggota Komisi III DPR, Agus Purnomo, menyayangkan banyaknya kasus ancaman pistol di jalan itu. Dia setuju bila dibuat aturan yang melarang siapa pun membawa pistol saat sedang berada di jalan raya. "Lebih bagus begitu. Situasi jalan yang macet, memang gampang membuat emosi, sehingga orang yang punya pistol dengan gampangnya menodongkan pistolnya untuk mengancam," kata Agus saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (3/8/2005). Emosi di jalanan bisa dialamai siapa pun, termasuk para polisi atau tentara yang sebelumnya sudah dididik dengan bagus, terutama dalam penggunaan senjata. Karena itu, pemerintah perlu membuat regulasi yang lebih baik dalam penggunaan senjata, termasuk izin kepemilikan senjata. "Tapi, paling bagus, memang agar dilarang penentengan senjata saat di jalan," ungkap Agus. Terlalu mudahnya seseorang untuk mengacungkan pistol sebagai cara untuk mengancam, menurut Agus, tergantung dari karakter orang tersebut. "Bila memang orangnya sudah merasa berkuasa, ya gampang saja dia untuk berbuat sewenang-wenang," kata anggota DPR dari Fraksi PKS ini. Agus menyayangkan kasus ancaman pistol yang dilakukan seorang brigjen TNI kepada warga Depok itu. "Seharusnya, perwira sudah terlatih dan psikisnya sudah stabil. Seharusnya, ancaman dengan menodongkan pistol itu tidak perlu terjadi," ungkap dia. (asy/)


Berita Terkait