Program Pemberantasan Sarang Nyamuk Terbukti Tidak Efektif
Rabu, 03 Agu 2005 13:36 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengakui munculnya kembali wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta sebagai bukti program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tidak efektif.Program PSN ini sebelumnya diputuskan dilakukan setiap Jumat pagi secara bersama-sama di seluruh wilayah DKI Jakarta. Dengan program ini diharapkan penyakit musiman itu bisa diatasi. Sayangnya, PSN tidak berjalan sesuai rencana. PSN hanya giat dilaksanakan saat baru diluncurkan saja."Ya namanya demam berdarah itu seluruh Indonesia. Makanya memang program PSN itu tidak maksimal," tutur Sutiyoso kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Gagalnya program PSN, lanjut Sutiyoso, karena masyarakat di Jakarta belum optimal menjalankan program PSN tersebut. Saat ditanya, apakah gagalnya program PSN karena Pemprov DKI kurang melakukan sosialisasi, Sutiyoso menolak anggapan itu. Dia justru menyerahkan masalah itu kepada media massa. "Sosialisasi bagaimana lagi. Itu sekarang tinggal pers untuk mensosialisasikannya," cetus dia. Penderita DBD kini setiap hari terus bertambah. Di RSUD Pasar Rebo hingga Rabu (8/2/2005), pasien DBD yang dirawat telah mencapai 26 pasien. Bahkan RSUD Pasar Rebo telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) sejak 26 Juli 2005 lalu, karena jumlah penderitanya melebihi 10 orang.
(umi/)











































