Ayah Zul Batal Laporkan 6 RS

Diduga Ada Intervensi

Ayah Zul Batal Laporkan 6 RS

- detikNews
Rabu, 03 Agu 2005 13:34 WIB
Jakarta - Husen (23) awalnya antusias melaporkan enam rumah sakit yang menolak bayinya, Zulkifri. Tapi tiba-tiba, Husen berubah pikiran. Ada apa?Kasus penolakan pasien miskin itu pun batal dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Husen telah memutuskan untuk tidak jadi melaporkan kasus tersebut."Sebetulnya, saat membuat surat kuasa, dia sangat antusias untuk melaporkan kasus ini. Tapi tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB, dia berubah pikiran," ungkap Ketua LBH Kesehatan Iskandar Sitorus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Menurut dia, Husen beralasan takut jika laporan ke polisi tersebut nantinya akan mempengaruhi perawatan anaknya, Zul, yang kini masih dirawat di RS Harapan Bunda."Tapi saya menduga ada intervensi dari otoritas kesehatan mengenai pembatalan laporan ini," ujar Iskandar.Dia pun berharap agar kasus-kasus seperti ini dapat diajukan ke pengadilan. Sehingga rumah sakit yang melakukan penolakan terhadap pasien miskin dapat dikenakan sanksi."Ini bukan kasus pertama, sudah banyak kasus seperti ini. Mudah-mudahan mereka dapat dikenakan sanksi," harap Iskandar.Enam rumah sakit yang menolak Zul adalah RSUD Budi Asih, RSCM, RSPAD Gatot Soebroto, RSAL Mintohardjo, RS Harapan Kita, dan RS UKI. Penolakan itu dialami Zul dalam satu hari.Zul lahir 13 Juli 2005 seberat 1,4 kg dengan bantuan dukun beranak. Karena tubuhnya menguning dan nafasnya tersenggal-senggal, Zul dibawa ke Puskesmas Pinang Ranti, Jakarta Timur, pada 21 Juli, pukul 09.00 WIB.Setelah diperiksa, Zul disarankan untuk dibawa ke rumah sakit besar yang memiliki fasilitas lengkap. Lalu diberi rujukan ke RSUD Budi Asih, Jakarta Timur.Tiba di RSUD Budi Asih pukul 14.00 WIB, Zul tidak kunjung diapa-apakan, diperiksa pun tidak. Petugas menyarankan agar Zul dibawa ke RSCM karena tidak ada perawatan untuk merawat bayi seberat 1,4 kg.RSCM, yang dihampiri Zul pukul 15.00 WIB, menyatakan ruang perawatan bayi penuh dan alatnya terpakai semua. Disarankan ke RSPAD Gatot Soebroto.Tiba di RSPAD Gatot Soebroto pukul 16.00 WIB, Zul ditolak. Bahkan ayahnya, Husen, ditanya apakah sanggup membayar biaya perawatan Rp 700 ribu per hari. Husen menyatakan tidak sanggup.Lalu ada yang menyarankan Zul dibawa ke RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat. Tiba di lokasi pukul 17.00 WIB, Zul diperiksa dokter jaga. Namun kemudian dikatakan bahwa perlengkapan merawat bayi sudah penuh.Seorang dokter gigi kemudian menawarkan bantuan agar Zul dirujuk ke RS Harapan Kita. Dengan diantar sopir pribadi dokter gigi tersebut, Zul tiba di lokasi pukul 17.30 WIB. Namun dokter dan perawat tidak memberikan pelayanan apa pun, disentuh pun tidak.Ada yang menyarankan agar Zul dibawa ke RS UKI. Masih diantar sopir, Zul tiba pukul 20.00 WIB. Sempat dilakukan pemeriksaan, namun kemudian dikatakan bahwa alat inkubator ada, tapi alat NICU tidak ada.Zul disarankan ke RS MH Thamrin atau RS Cikini atau RSIA Hermina atau RS Harapan Bunda. Husen memilih RS Harapan Bunda dan tiba pukul 20.30 WIB. Syukurlah, Zul diterima dan boleh rawat inap. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads