Hal itu disampaikan Tsamara untuk menanggapi pernyataan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean.
"Saya pikir statement PD lagi-lagi interpretasi liar yang tak melihat konteks statement Pak Jokowi. Mengapa hanya kalimat terakhir yang dibahas?" kata Tsamara kepada detikcom, Senin (6/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tsamara menjelaskan kata 'berantem' yang dipakai Jokowi tak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai kontak fisik. Menurut Tsamara, maksud 'berantem' yang dikatakan Jokowi adalah adu ide dan gagasan.
"'Berantem' atau 'kelahi' yang dimaksud Pak Jokowi bukanlah soal fisik. Kelahi juga bisa soal ide dan gagasan. Tapi kok PD interpretasinya kelahi fisik?" ujar Tsamara.
Tsamara menilai kritik PD kepada Jokowi tak lebih dari sekadar upaya memelintir maksud sesungguhnya dari pernyataan Jokowi dan menjelekkan Jokowi. Tsamara meyakini adanya upaya tersebut dari Demokrat mengingat ini masuk tahun politik Pilpres dan Pileg 2019.
"Tentu saja ada upaya memelintir statement Pak Jokowi di sini. Itu jelas. Namanya juga tahun politik. Jelas segala upaya dilakukan untuk menjelekkan Pak Jokowi, termasuk membangun opini menyesatkan yang tak sesuai dengan konteks statement," tandas Tsamara.
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sebelumnya menyayangkan pernyataan 'berani jika diajak berantem' yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada relawannya. PD meminta Jokowi tidak berlaku seperti provokator.
Dia menilai pernyataan Jokowi tidak patut. PD menyarankan DPR memanggil Jokowi soal arahannya itu. "Sungguh ini tak layak, tak patut dan tidak etis. Saya pikir DPR harus memanggil presiden dan menegurnya karena ini bibit perang saudara," cetusnya dalam pesan singkat yang diterima detikcom.
Selain itu, Jokowi didesak menarik kata-katanya. "Presiden juga harus menarik kata-katanya, minta maaf salah diksi dan menganjurkan persaudaraan bukan perpecahan. Presiden kok menganjurkan perkelahian? Ini salah dan harus ditegur," jelas Ferdinand.
Tonton juga video: 'Arahan Jokowi Soal 'Berani Kalau Diajak Berantem''












































