FPKS Larang Anggotanya di BURT ke Thailand dan Korsel

FPKS Larang Anggotanya di BURT ke Thailand dan Korsel

- detikNews
Rabu, 03 Agu 2005 12:57 WIB
Jakarta - Studi banding ke luar negeri menjadi momok bagi FPKS. Setelah sukses melarang anggotanya di Badan Legislatif (Baleg) DPR ke AS, Belanda, dan Prancis, kini anggotanya di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR juga dilarang ke Thailand dan Korsel.Pelarangan tersebut dilakukan FPKS terkait kondisi masyarakat saat ini yang masih mengalami kesusahan akibat krisis, bencana, dan banyaknya wabah penyakit."Itu tidak prioritas, untuk studi banding ke luar negeri dalam kondisi masyarakat seperti ini. Masih ada prioritas lain yang harus lebih didahulukan, yakni menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dengan bentuk kepedulian untuk tidak berangkat," kata Wakil Bendahara FPKS Ami Taher di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Dituturkan Ami, ada tiga anggota FPKS di BURT DPR, yakni Suryama, Ansori Siregar, dan Refrizal. Ketiganya dipastikan tidak ikut dalam studi banding ke Thailand dan Korsel."Bisa dicek kalau tak percaya. Bahkan surat pelarangan PKS untuk para anggotanya di DPR sudah diberikan," ujarnya.Ami membantah kalau PKS dianggap mengambil keuntungan dengan menggunakan isu-isu populis seperti ini. "Tak ada sedikit pun dari sikap yang diambil PKS untuk niatan mengambil popularitas dan cari untung dalam pemilu ke depan. Kita berprinsip lebih bersih dan peduli. Kepedulian itu kita tunjukkan dengan tidak mengikuti studi banding dalam kondisi masyarakat seperti ini," kilahnya dengan nada diplomatis.Menurut Ami, sikap yang diambil PKS ini wajar, meskipun sebelumnya anggota BURT asal FPKS menyetujui studi banding ke luar negeri tersebut. "Tapi karena kondisi riil tidak memungkinkan, mengapa harus dipaksakan?" tandasnya. (ahm/)


Berita Terkait