2.000-an Korban Kebakaran Makassar Mengungsi di Perahu
Rabu, 03 Agu 2005 12:49 WIB
Jakarta - Malang nian nasib 2 ribuan warga Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulsel. Mereka kini tak punya rumah lagi setelah rumahnya hangus dilalap api pada Senin (1/8/2005).Mereka terpaksa tidur di alam terbuka. Bahkan sebagian korban yang berprofesi nelayan, tidur di atas perahu kecil miliknya."Saya sudah dua malam tidur di atas tanah, bekas rumah saya. Saya mendirikan tenda," ujar Daeng Rosi (42), salah seorang ibu rumah tangga.Bersama suami dan tiga orang anaknya, Rosi tidur beralas tikar beratap langit. "Kadang kalau banyak nyamuk, bapaknya (suami Rosi) pergi tidur di perahu. Juga anak saya kadang tidur di tempat penampungan yang disediakan kelurahan," ujar Rosi ketika ditemui di lokasi.Selain tinggal di bekas-bekas reruntuhan rumahnya, banyak pula warga yang memilih tinggal di perahu yang biasanya dipakai untuk menangkap ikan. "Terpaksa tinggal di sini (perahu). Daripada tidur di tanah," ujar Daeng Kulle (40), salah seorang warga yang tinggal di perahu.Sejak kebakaran terjadi, perahu yang berlabuh di pinggir laut Pelabuhan Paotere, tidak jauh dari lokasi kebakaran, disulap tak ubahnya rumah tempat tinggal. Bahkan banyak warga yang menjemur pakaiannya di atas perahu dengan membentangkan tali jemuran.Terserang PenyakitAkibat tak punya tempat tinggal yang tetap, puluhan warga mulai banyak yang diserang penyakit diare dan demam tinggi. "Kan udaranya dingin kalau malam. Anak saya yang umurnya masih 4 tahun sudah dua hari ini demam tinggi," keluh Irma (25), salah seorang warga.Puluhan warga lainnya terserang diare. "Rata-rata warga sakit diare. Mungkin karena makan dan tempat tinggal tidak teratur lagi," tambah Daeng Kulle.Hingga kini, bantuan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mengalir. Bahkan di sejumlah tempat di Makassar, dibuka pos-pos untuk menyalurkan sumbangan bagi korban kebakaran ini.
(nrl/)











































