Ini Alasan BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa Lombok

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 05 Agu 2018 22:29 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Peringatan tsunami sempat diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selepas gempa 7 skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara. Namun kini peringatan tsunami tersebut sudah dicabut.

"Trennya semakin turun sehingga pukul 20.25 WIB, BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantornya, Minggu (5/8/2018).

BMKG mencatat ada 4 titik di mana tsunami mencapai daratan. Tsunami paling tinggi yang dicatat yaitu 13,5 cm di Desa Carik, Lombok Utara pada pukul 18.48 WIB.

Setelahnya pada pukul 18.54 WIB, tsunami setinggi 10 cm menyentuh Pantai Badas di Sumbawa. Menyusul kemudian dengan ketinggian 9 cm di Lembar, Lombok Barat dan terakhir 2 cm di Benoa, Bali.

"Meskipun kurang setengah meter kami harus imbau. Kami tetap perlu memberikan peringatan dini tsunami tersebut dengan level terendah," kata Dwikorita.

Gempa 7 SR terjadi pada pukul 18.46 WIB. Sejam kemudian atau tepatnya pada 19.49 WIB, gempa susulan terjadi dengan kekuatan 5,6 SR. Setelahnya sejumlah gempa susulan tercatat tetapi kekuatannya semakin rendah.




Tonton juga 'BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Warga Lombok Masih Panik':

[Gambas:Video 20detik]



Ini Alasan BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa Lombok
(dhn/imk)