"Kita harapkan dengan adanya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, masyarakat mempunyai pilihan dan mempunyai tanggung jawab atas pilihan itu. Bukan atas dasar kepentingan tertentu atau iming-iming, karena kita mencari pemimpin Indonesia ke depan. Kalau salah memilih pemimpin, itu menjadi tanggung jawab pemilih," ucap Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Muhammad Rizal, Minggu (05/08/2018).
Rizal mengatakan itu usai acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerjasama MPR dengan Yayasan Pendidikan Islam H. Jahrudin di Gedung Serbaguna Kec. Curug Kab. Tangerang, Banten. Rizal mengingatkan bahwa masyarakatlah yang akan menentukan siapa nanti wakil daerah baik itu DPR, DPRD, DPD dan pemimpin nasional lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mewakili Ketua MPR di hadapan 400 peserta dari kalangan tokoh masyarakat, alim ulama, lurah, kepala desa, kepala sekolah, dan majelis taklim, Rizal juga mengatakan berdasarkan Pasal 1 ayat 2 UUD NRI Tahun 1945, kedaulatan ada di tangan rakyat.
"Kita harapkan pilihlah sesuai hati nurani. Mana yang baik untuk kita. Jangan terpengaruh oleh hal-hal yang membuat kita lupa bahwa kita juga punya tanggung jawab kepada yang kuasa," imbuh Rizal.
"Memilih sudah menjadi hak rakyat. Jika memilih orang atau wakil yang salah, maka kesalahan ada pada pemilih. Jangan menjual kedaulatan. Pilihlah sesuai hati nurani," lanjut dia.
Sementara itu, Rizal menyebutkan bahwa pilihlah pemimpin yang amanah. Lihat integritas, kompetisi, kelebihan di bidangnya yang selalu memperhatikan masyarakatnya serta amanah.
Tak lupa, Rizal mengajak masyarakat untuk bersatu menjaga Indonesia setelah pilkada serentak ini.
"Mari kita jaga Indonesia. Mari bersatu dengan kebersamaan untuk Indonesia, agar Indonesia maju dan sejahtera. Mari bangun Indonesia kita sambut Indonesia Emas tahun 2045," pungkas dia. (ega/ega)











































